Citeureup, BogorUpdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan memperluas edukasi antikorupsi hingga tingkat kecamatan. Langkah ini tidak hanya menyasar perangkat daerah, tetapi juga melibatkan kepala desa, kepala kelurahan, kepala sekolah hingga jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bogor, Edi Suwito, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun integritas secara menyeluruh di lingkungan penyelenggara pemerintahan.
Tahun ini, sosialisasi antikorupsi di tingkat kecamatan dilaksanakan di 13 kecamatan. Kegiatan tersebut dilakukan setelah sebelumnya roadshow serupa menyasar sejumlah perangkat daerah.
“Intinya penyelenggara negara yang unitnya ada di tingkat kecamatan kita libatkan. Mulai dari kepala desa, kepala kelurahan beserta perangkatnya, kepala sekolah, termasuk unsur UPTD,” ujar Edi.
Menurut Edi, penguatan pencegahan korupsi tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK yang setiap tahun dilakukan di seluruh daerah di Indonesia.
Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, Kabupaten Bogor dinilai membutuhkan penguatan kesadaran antikorupsi di seluruh lini pemerintahan.
“Ini merupakan satu bagian dari sistem, yang mana KPK setiap tahunnya melaksanakan MCP di semua daerah yang ada di Indonesia. Di Kabupaten Bogor, kita melaksanakan sosialisasi antikorupsi ke semua lini, termasuk di tingkat kecamatan dan SKPD,” jelasnya.
Edi menegaskan, sosialisasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Edukasi antikorupsi menjadi pengingat agar seluruh penyelenggara negara memahami batasan, menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab, serta mampu mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi.
“Harapan kami, tentu ini merupakan pengingat bagi kita semua penyelenggara negara. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, kita bisa meminimalisir hal-hal yang sekiranya nantinya mengarah kepada tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Citeureup Maman Nurpadilah menyambut baik penguatan edukasi antikorupsi di tingkat kecamatan. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintahan penting agar nilai integritas tidak hanya berhenti pada level perangkat daerah.
“Tetapi diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat sehari-hari,” terangnya.
Salah satu peserta dari unsur tenaga pendidik Kecamatan Citeureup, Eva Fardiyah, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pemahaman mengenai pencegahan korupsi penting untuk terus diperkuat, termasuk di lingkungan pendidikan.
“Termasuk di lingkungan pendidikan, sehingga nilai integritas dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik,” imbuhnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Bogor mendorong penguatan nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas di berbagai lini pemerintahan, termasuk hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.






