Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Proyek Pedestrian Kawasan Stadion Pakansari Diduga KKN, Kabid di Dinas PUPR Cuek?

×

Proyek Pedestrian Kawasan Stadion Pakansari Diduga KKN, Kabid di Dinas PUPR Cuek?

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Tak di gubrisnya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait adanya dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam proyek pedestrian jalan stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, memicu banyak pertanyaan hingga adanya indikasi pelanggaran Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Pasalnya, hingga sampai saat ini, Senin (4/1/21) Bogorupdate.com yang hendak mengkonfirmasi salah satu Kepala Bidang (Kabid) di DPUPR Kabupaten Bogor terkait indikasi pengadaan barang andesit atau keramik yang dipasok oleh rekanan dari instansi tersebut, terkesan menghindar alias cuek.

Karena, saat dihubungi melalui sambungan telepon selular (handphone) hingga di layangkan pertanyaan melalui pesan instan WhatsApp, enggan merespon hingga berita ini ditayangkan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Akhir bulan Desember 2020 sebentar lagi akan usai, tetapi proyek pembangunan pedestrian di Jalan Edi Yoso Martadipura, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, hingga kini belum juga selesai dikerjakan alias molor. Dimana adanya indikasi pengadaan barang andesit atau keramik yang dipasok oleh rekanan dari instansi tersebut.

Pasalnya, pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp23,8 miliar itu pengerjaanya baru mencapai 50 persen saja. Dimana pengerjaanya selama 110 hari kalender yang dimulai sekitar tanggal 9 September lalu. Bila dilihat dari spek bahan dan pekerjaan yang kurang maksimal, proyek yang memakai anggaran APBD Pemkab Bogor itu, terhitung sangat fantastis.

Menurut direktur lembaga pemerhati kebijakan pemerintah (LPKP), Rahmatullah menilai, terkait proyek pedestrian yang terletak di jalan stadion Pakansari ini harus ada pengawasan maksimal jangan sampai hasil pekerjaannya terkesan asal-asalan.

Karena, hasil pantauan di lokasi kondisinya sangat jauh dari tuntas dan terkesan pekerjaannya asal jadi, karena masyarakat setempat maupun pedagang kaki lima (PKL) saat ditemui serta dimintai komentarnya mengaku tidak percaya dengan anggaran sedemikian besarnya hanya untuk membangun pedestrian yang hasilnya terbilang kurang memuaskan.

 

 

 

 

 

(Rul/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *