Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPolitik

Fathoni Minta di 2022 Pengerjaan Jalan Rusak dan Bikin Rakyat Menderita Tidak Ditunda Lagi

×

Fathoni Minta di 2022 Pengerjaan Jalan Rusak dan Bikin Rakyat Menderita Tidak Ditunda Lagi

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Pembangunan besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di wilayah Cibinong dengan anggaran mencapai Rp 200 miliar lebih pada tahun anggaran 2020 yang dikerjakan tahun 2021 dapat kritikan pedas dari Anggota Dewan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni.

“Sebenarnya terkait proyek dan penganggarannya untuk mempercantik Cibinong sudah selesai. Cuma yang disayangkan, kenapa saat harus refocusing, yang kena pencoretan adalah program infrastruktur yang sudah rusak parah dan membahayakan masyarakat,” tegas Fathoni kepada BogorUpdate.com, Selasa (24/8/21).

Fathoni sapaan akrabnya itu menambahkan, Mega proyek yang dimaksud ialah Pengerjaan Pedestrian dan peningkatan jalan Kandang Roda, Sentul dan Pakansari. Padahal, beberapa ruas jalan di pelosok Kabupaten Bogor masih banyak yang membutuhkan perhatian dan tidak terlalu memakan banyak Anggaran seperti yang saat ini sedang di kerjakan di seputaran Cibinong.

“Oke di tahun 2021, PUPR-DPKPP mengutamakan percantik Cibinong dengan proyek Sentul – Kandang Roda – Pakansari dengan nilai Rp 200 an M lebih. Tapi 2022 saya gak mau lagi jalan yang rusak dan bikin rakyat menderita ditunda lagi. Padahal biayanya jauh lebih kecil. Baik di Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Tanjungsari, serta wilayah lain di Kabupaten Bogor,” pintanya.

Politisi Partai PKS tersebut mengingatkan, dalam kesempatannya bertemu dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Subiantoro itu meminta agar proyek pengerjaan jalan di Wilayah Timur Kabupaten Bogor harus dilaksanakan. Mengingat pada tahun 2021 jalan yang seharusnya dikerjakan di Refocusing sehingga harus ditunda.

“Dalam Kesempatan ketemu Kadis PUPR, kembali saya minta Jalan Cikeas – Bojong Nangka – Tlajung harus dikerjakan 2022. Dan karena di 2021 kena refocusing, saya minta harus segera lakukan pemeliharaan. Tak lupa saya minta juga TPT di Perumahan Bumi Mutiara dan kampung serta drainase depan Pasar Pocong Desa Bojongkulur, segera dikerjakan,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Jis/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *