Cileungsi, BogorUpdate.com – Lembaga kemanusiaan asal Indonesia, International Networking for Humanitarian (INH) yang berbasis di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bergabung bersama organisasi non-pemerintah (NGO) dan mahasiswa dari 44 negara di empat benua dalam misi kemanusiaan bertajuk Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina.
Pertemuan internasional yang digelar di Gedung General Union of Tunisian Workers, Tunisia, menjadi titik awal kesepakatan bersama antar NGO untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui 72 armada kapal laut ke wilayah Gaza.
Aksi ini menjadi bentuk nyata solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Kota Gaza yang kini tengah mengalami krisis kemanusiaan akut.
Ahmad Tasori, selaku Manager Humas Kemitraan dan Media INH, menyampaikan bahwa misi ini bukan hanya soal bantuan logistik semata, tetapi juga bagian dari perjuangan diplomasi kemanusiaan dan dukungan moral terhadap hak kemerdekaan bangsa Palestina.
“Solidaritas ini luar biasa. Isu kemanusiaan di Gaza telah menyatukan semangat dari negara-negara di Amerika, Eropa, Asia, hingga Afrika,” ujar Ahmad kepada media, Kamis (7/8/25).
Menurutnya, INH selama ini sudah rutin menyalurkan bantuan ke Palestina, terutama ke Gaza. Dalam enam bulan pertama tahun 2025 saja, nilai bantuan yang telah disalurkan oleh INH mencapai Rp 13 miliar, berasal dari donasi masyarakat Indonesia di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor.
“Kami terus berkomitmen. Selain mengatasi krisis kelaparan, kami juga berdiri untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” tegas pria yang akrab disapa Gus Coki itu.
Selain INH, lembaga asal Indonesia lainnya yang turut serta dalam misi ini adalah Aqsa Working Group (AWG). Kolaborasi ini memperkuat peran Indonesia dalam upaya internasional mendukung Gaza, seiring dengan meluasnya aksi solidaritas di seluruh dunia yang akan terus berlanjut ke negara-negara lain.
Global Sumud Flotilla kini menjadi simbol perlawanan damai dan solidaritas kemanusiaan dunia terhadap blokade panjang dan penderitaan warga Gaza.
Tunisia dipilih sebagai pusat koordinasi karena komitmennya yang kuat dalam mendukung perjuangan Palestina secara terbuka di forum-forum internasional.
