Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeKesehatanNews

Ahli Gizi IPB University: Kurma dan Tempe Pilihan Tepat Saat Sahur dan Berbuka untuk Energi Optimal Selama Puasa

×

Ahli Gizi IPB University: Kurma dan Tempe Pilihan Tepat Saat Sahur dan Berbuka untuk Energi Optimal Selama Puasa

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi kurma dan tempe. (Bogorupdate)

Kesehatan, BogorUpdate.com – Menjalani ibadah puasa memerlukan asupan gizi yang tepat agar tubuh tetap bugar dan mampu beraktivitas sepanjang hari. Kurma dan kedelai, khususnya dalam bentuk tempe, dinilai sebagai pilihan pangan yang tepat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka karena kaya nutrisi serta mudah dicerna.

Ahli Gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof Ahmad Sulaeman, menyampaikan bahwa kurma dan kedelai dapat menjadi sumber energi yang baik dan seimbang selama berpuasa, terutama bila dikonsumsi pada waktu sahur dan berbuka.

“Dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir, tergantung ukurannya, terkandung sekitar 299 kalori. Sementara kedelai, seperti pada tempe, tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mengandung protein nabati berkualitas, lemak dengan asam lemak esensial, vitamin B, serat, serta isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan,” jelas Prof Ahmad Sulaeman melansir laman IPB, Minggu (22/2/26).

Prof Ahmad menambahkan, dalam 100 gram tempe segar terdapat sekitar 200 kalori. Dengan demikian, kombinasi kurma dan tempe dalam jumlah yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian selama menjalankan puasa.

Menurutnya, perpaduan kedua bahan pangan tersebut dapat memberikan asupan energi sekaligus zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap beraktivitas sepanjang hari.

Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University ini menjelaskan, setiap 100 gram kurma rata-rata mengandung 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 mg natrium, 656 mg kalium, dan sekitar 299 kilokalori.

“Kurma mengandung hampir setengah dari jumlah gulanya dalam bentuk fruktosa yang tingkat kemanisannya dua kali lipat dibandingkan glukosa, sehingga dapat memberikan rasa kenyang,” paparnya.

Sementara itu, tempe memiliki kualitas protein yang sangat baik dan mengandung lemak dengan asam lemak esensial, seperti linoleat dan linolenat.

Produk kedelai ini mengandung sekitar 18–20 gram protein, 8 gram karbohidrat, 8,8–9 gram lemak, dan 14 gram serat per 100 gram, serta mineral penting seperti zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.

“Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit,” ungkap Prof Ahmad.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada perbedaan khusus dalam kombinasi kurma dan tempe untuk konsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Prof Ahmad menjelaskan bahwa kurma memiliki potensi yang baik untuk mendukung pengelolaan diabetes. “Buah kurma dilaporkan memiliki potensi yang baik untuk pengobatan diabetes karena mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Senyawa ini juga dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsumsi dua hingga tiga butir kurma per hari masih dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

“Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan,” ujarnya.

Sementara itu, tempe dinilai aman dan bermanfaat untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena rendah karbohidrat, tinggi protein, serta memiliki indeks glikemik yang rendah.

“Tempe tidak memicu lonjakan gula darah dan memberi rasa kenyang lebih lama. Penderita diabetes dapat mengonsumsinya tanpa batasan khusus, selama tetap memperhatikan asupan kalori harian,” paparnya.

Untuk memaksimalkan manfaat gizi kedelai, Prof Ahmad menyarankan pengolahan dalam bentuk tempe, tahu, atau susu kedelai. Ia juga mendorong variasi olahan kurma dan tempe agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi.

“Kurma dan tempe dapat diolah menjadi berbagai menu yang lezat, seperti smoothie kurma-tempe atau sandwich tempe-kurma,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *