Gunung Putri, BogorUpdate.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar, Amin Sugandi, meninjau langsung kondisi SMAN 2 Gunung Putri yang mengalami ambruk pada bagian bangunan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Gunung Putri, Jumat (23/1/2026).
Amin Sugandi menyampaikan rasa prihatin dan kepeduliannya atas peristiwa tersebut, meskipun sekolah tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, karena lokasinya berada di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bogor, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal penanganannya.
“Ini memang kewenangan provinsi, tapi karena berada di wilayah Gunung Putri, Dapil II, tentu menjadi perhatian dan kepedulian kami. Sejak pagi saya langsung berkomunikasi dengan staf KDM dan Ketua Komisi V DPRD Provinsi,” ujar Amin.
Selanjutnya Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena peristiwa ambruknya bangunan terjadi pada waktu subuh, saat belum ada aktivitas belajar mengajar.
“Alhamdulillah tidak ada korban siswa maupun guru. Kejadiannya subuh, jadi sekolah masih kosong,” tambahnya.
Amin menjelaskan, bangunan SMAN 2 Gunung Putri dibangun sekitar tahun 2015. Ia menilai perlu adanya kajian dan analisa mendalam terkait struktur bangunan, termasuk spesifikasi teknis dan pengawasan saat proses pembangunan.
“Kalau dilihat dari struktur, mungkin ada beban yang terlalu berat atau spesifikasi yang tidak sesuai. Ini harus dianalisa dulu. Pengawasan fisik bangunannya juga perlu dievaluasi,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bangunan lain di lingkungan sekolah yang memiliki usia dan kontraktor yang sama.
“Bangunan lain ini seumuran dan kontraktornya juga sama. Saya khawatir jangan sampai kejadian serupa terulang,” katanya.
Menurut Amin, kasus ambruknya bangunan sekolah bukan hanya terjadi di SMAN 2 Gunung Putri, tetapi juga sebelumnya di SMAN 1, SMK Negeri, dan beberapa sekolah lain di wilayah timur Kabupaten Bogor dengan permasalahan serupa.
“Ini jadi perhatian serius. Dalam beberapa waktu terakhir, sekolah-sekolah di wilayah Dapil II mengalami kejadian yang hampir sama, bangunan ambruk. Ini harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
“Jangan sampai anak-anak terganggu kegiatan belajarnya. Kalau anggarannya dari APBD Provinsi, saya kira bisa segera diselesaikan. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Gus)
