Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaPemerintahan

Analisa Prof Paulus Dasar Ubah KSLL Jadi Tiang Pancang

×

Analisa Prof Paulus Dasar Ubah KSLL Jadi Tiang Pancang

Sebarkan artikel ini

Leuwiliang, BogorUpdate.com
Teka teki tentang perubahan konstruksi gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, mulai terbongkar. Direktur Utama (Dirut) RSUD Leuwiliang dr Hesti Iswandari mengungkapkan jika perubahan konstruksi pondasi gedung RSUD Leuwiliang sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Kita sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan ahlinya yakni Prof Paulus dari Bandung. Analisa beliau, tidak disarankan pondasi pendek. Makanya kita ganti dengan pondasi tiang pancang,” kata dr Hesti.

Lebih lanjut dr Hesti mengatakan, pihaknya ingin mendapatkan hasil yang maksimal dalam pembangunan gedung ini. Karena itu, semua harus terlihat sempurna.

“Kita tidak asal merubah pondasi, dari Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) menjadi tiang pancang. Kita rapatkan bersama dengan kontraktor pelaksana, konsultan perencana dan MK,” jelasnya.

Terkait kehadiran tim ahli KSLL dalam rapat tersebut, dr Hesti tidak bisa menjawab dengan pasti. Padahal, tim ahli KSLL ini dibutuhkan kehadirannya untuk menguji kekuatan pondasi KSLL dengan kekuatan pondasi tiang pancang.

“Kalau tidak salah KSLL kita undang. Kita undang juga konsultan perencana. Dan mereka pun menerima keputusan perubahan ini,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Yoyo, kontraktor pelaksana pembangunan gedung senilai Rp 63 miliar tersebut. Dia mengatakan, hasil analisa prof Paulus terkait pembangunan gedung RSUD Leuwiliang ini, pihaknya sepakat untuk mengganti menjadi pondasi tiang pancang.

“Analisanya memang mengatakan, kalau pondasi tiang pancang begini. Kalau pakai KSLL begini. Kita pilih yang resikonya paling sedikit,” kata Yoyo.

Lebih lanjut Yoyo mengatakan, melihat kondisi lahan yang lunak, maka pondasi tiang pancang ini paling memungkinkan. “Sebelum melakukan pekerjaan, kita juga melakukan pengujian tanah. Dan saat kita keruk, tanah penuh lumpur. Tanah yang terkeras bisa ditemukan di kedalaman sekitar 24 meter,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, pembangunan gedung RSUD Leuwiliang kembali menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya perubahan pondasi bangunan, yang semula menggunakan teknik Konstruksi Sarang Laba Laba (KSLL) menjadi pondasi tiang pancang. Perubahan ini tentu saja mengagetkan semua pihak. Pasalnya, dalam berkas lelang proyek, pembangunan gedung ini memakai pondasi KSLL. (Pik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *