Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Antisipasi Hantavirus, Dinkes Kota Bogor Perketat Pengawasan dan Edukasi Warga

×

Antisipasi Hantavirus, Dinkes Kota Bogor Perketat Pengawasan dan Edukasi Warga

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait temuan kasus Hantavirus di kapal ekspedisi HV Hindius yang ditemukan pada Mei 2026.

Meski dunia tengah dihebohkan dengan penularan virus tersebut di kapal itu, Dinkes memastikan hingga 11 Mei 2026 belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks).

Pemerintah saat ini juga memperketat pengawasan sebagai langkah antisipasi dini.

Secara umum, Hantavirus merupakan penyakit pada hewan yang dapat menular kepada manusia. Penyakit ini disebarkan oleh hewan pengerat (rodensia) seperti tikus dan mencit yang membawa virus tersebut.

Bentuk kewaspadaan dini sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat antara lain melakukan pemantauan berkala terhadap situasi dan informasi mengenai Hantavirus melalui sumber resmi pemerintah maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, dilakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanggulangan dengan berpedoman pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta Tahun 2023.

Pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek leptospirosis, sindrom jaundice, suspek dengue, suspek demam tifoid, serta suspek rickettsiosis juga dilakukan secara intensif mengingat gejala klinisnya tidak spesifik, namun memiliki kesamaan manifestasi dan faktor risiko sesuai definisi operasional kasus.

Pemantauan tersebut dilaksanakan melalui pelaporan Indicator Based Surveillance (IBS) dan Event Based Surveillance (EBS) pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kota Bogor.

Dinkes juga mempersiapkan sumber daya untuk penanggulangan Hantavirus, meliputi penyelidikan epidemiologi (PE), manajemen sampel, serta koordinasi vertikal dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan penyakit Hantavirus.

Dinkes Kota Bogor juga telah membuat Surat Edaran Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kejadian Penyakit Hantavirus di Kota Bogor.

Terkait imbauan kepada masyarakat, dr. Erna Nuraena mengatakan masyarakat perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya tanpa alat pelindung diri.

“Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi rodensia, serta segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam, gangguan pernapasan, atau keluhan lain setelah kontak dengan lingkungan yang terdapat tikus,” tuturnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *