Ilustrasi Kopi Pait. (Net)
KOPI PAIT
Oleh : Asep Syahmid
Opini, BogorUpdate.com – Audiensi pengurus KONI dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto di ruang rapat Soekarno Hatta, Pendopo Bupati Bogor pada Selasa (7/7/2026) menghasilkan beberapa poin penting bagi masa depan olahraga Kabupaten Bogor.
Bahkan, hiruk pikuk mutasi atlet yang selama ini jadi “budaya” tiap ada event Porprov Jabar 2026 menjadi sorotan tajam dari Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Bupati Rudy Susmanto secara tegas mengatakan, ajang Porprov Jabar 2026 ini adalah momentum terakhir mutasi atlet dari luar Kabupaten Bogor.
Pada 2027 sampai seterusnya, Bupati Bogor sudah tidak mau ada lagi budaya mutasi atlet dari luar Kabupaten Bogor. Karena, Bupati Bogor menginginkan KONI dan semua cabor anggotanya harus benar-benar melakukan program pembinaan berjenjang dan sistematis.
Keinginan Bupati Bogor yang akan menyudahi kebiasaan mutasi atlet sangat sejalan dengan apa yang dirancang Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan yang dikenal dengan panggilan Kang Atep.
Sejak awal dilantik jadi Ketua KONI Kabupaten Bogor, kata-kata pertama yang terucap dari Kang Atep adalah semua cabor harus melakukan program pembinaan berkelanjutan.
Tak heran selama ini, Kang Atep terus mengkampanyekan pentingnya semua cabor anggota KONI Kabupaten Bogor harus merancang program pembinaan kepada para atletnya.
Selain membahas soal mutasi atlet yang harus segera dihentikan, Pemkab Bogor dalam hal ini Bupati Rudy Susmanto dan Ketua KONI Kabupaten Bogor sudah merancang Blue Print Keolahragaaan.
Blue Print keolahragaan itu sangat penting karena akan menjadi Peta Jalan bagi program pembinaan dan prestasi jangka panjang olahraga Kabupaten Bogor.
Ada beberapa Aspek yang harus menjadi acuan dalam pembuatan Blue Print Keolahragaan Kabupaten Bogor, diantaranya, menetapkan arah dan target prestasi jangka panjang yang akan dilakukan oleh Pemkab Bogor bersama stakholder keolahragaan Bumi Tegar Beriman.
Dalam pembuatan Blue Print juga harus ditetapkan penetapan prioritas cabor-cabor yang akan menjadi cabor unggulan di Kabupaten Bogor.
Selain itu, melakukan sistem Penjaringan dan Pengembangan Talenta Atlet yang bekesinambungan dengan dilakukan Program yang Sistematis.
Ketersediaan serta pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga menjadi salah satu aspek yang harus masuk dalam Blue Print Keolahragaan.
Pemberian Stimulan atau Kesejahteraan kepada Atlet serta meningkatkan jam bertanding atlet dengan mengikuti berbagai event secara terprogram dan berkelanjutan menjadi hal penting untuk melihat peningkatan kualitas para atlet binaan.
Pembuatan Blue Print Keolahragaan juga harus memperhatikan perkembangan olahraga yang semakin modern dengan daya dukung Sport Science.
Tahun 2027 akan menjadi tonggak awal dalam sejarah olahraga Kabupaten Bogor yang akan terlepas dari budaya mutasi atlet.
Potret olahraga Kabupaten Bogor sebenarnya sudah berada didepan ketimbang daerah lain. Karena Kabupaten Bogor sudah punya PPOPM.
Penulis merasa bersyukur usai audiensi KONI dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto sempat mengatakan akan lebih mengoptimalkan peran PPOPM sebagai kawah Chandradimuka para atlet atlet masa depan Kabupaten Bogor.












