Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeLifestyleNews

Bukan Cuma Nakal dan Durjana, Corona Itu Gila!

×

Bukan Cuma Nakal dan Durjana, Corona Itu Gila!

Sebarkan artikel ini

Oleh: Effendi Tobing
Pimpinan Umum BogorUpdate.com

Opini, BogorUpdate.com
Dari Data WHO, Update, Senin (28/6/21) Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyerang 223 Negara di Dunia telah terkonfirmasi Positif Covid-19 berjumlah 180.817.269 dan yang meninggal dunia berjumlah 3.923.238. Sementara di Indonesia yang Positif berjumlah 2.135.998 dan yang Meninggal berjumlah 57.561. Gila bukan? Lama-lama seperti ayam potong saja nyawa manusia di muka bumi ini mati satu- persatu akibat ganasnya si Corona.

Awalnya kita menganggap remeh, karena cuma nakal biasa-biasa saja seperti kenakalan remaja yang masih bisa di rem dengan kata-kata bijak dan manis. Kemudian lama kelamaan nakalnya Corona makin tidak bisa diatur sampai-sampai saya sebut Corona Durjana (Jahat) saat pertengahan tahun 2020 lalu menyerang penjuru dunia. Kenapa jahat? Karena Corona tak pandang bulu hinggap di semua orang tanpa peduli siapa dia.

Mulai dari presiden sampai masyarakat kelas bawah semua dihajar habis sama Corona. Salah satu contoh, presiden Tanzani, John Magufuli, dia meninggal setelah dinyatakan terpapar Corona. Bahkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) alias orang gila pun ikut diserang Corona. Siapa yang salah atas ulah Corona gila ini? Apakah pemerintah atau kita sendiri?. Saya jawab, salahkan diri sendiri. Kenapa? Karena dari awal Corona ini mampir hingga betah di Indonesia, pemerintah sudah menyampaikan agar waspada. Dengan berbagai cara dilakukan tapi hampir semua tak berhasil. Sudah sempat April-Mei lalu menurun, tapi gara-gara ulah kita sendiri yang nekat mudik saat lebaran sehingga lagi-lagi Corona kumat.

Kini langkah apa lagi yang akan diambil pemerintah melalui Satuan Gugus Tugas (Satgas) untuk menjinakkan atau menyadarkan si Corona dari kegilaanya? PSBB sudah, PPKM sudah, PPKM Mikro juga sudah, sampai PPKM Mikro ketat tapi Corona tetap menggila. Bahkan Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) soal Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes). Yang dimana, Presiden Jokowi meminta kepala daerah membuat aturan turunan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dan memuat sanksi bagi pelanggar. Dalam pelaksanaan peraturannya, Jokowi meminta TNI-Polri mengerahkan kekuatan untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat. Apakah hal itu berhasil? Silahkan jawab dengan keadaan saat ini.

Yang lebih dahsyat nya lagi, kini sudah ada Corona varian Delta, yang katanya cuma berpapasan bisa langsung menular dalam kurun waktu 5-10 detik.

Untuk varian Delta ini sendiri menurut Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman, tidak bisa hanya menerapkan Protokol Kesehatan model 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) yang selama ini sering kita lakukan sehari-hari. Dicky Budiman mengatakan, untuk melindungi dari infeksi Covid-19 jenis varian apa pun, protokol kesehatan harus ditambah 5M, dua lainnya adalah menghindari kerumunan dan menghindari mobilitas. “Apa pun variannya, 5M itu efektif kalau diterapkan dengan sungguh-sungguh dan konsisten, secara kualitas dan kuantitas,” kata Dicky, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/6/21).

Bahkan, Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyebut Indonesia sudah herd stupidity (Kebodohan), saking abainya terhadap ancaman COVID-19. Sikap yang sangat mungkin membawa ke puncak gelombang kedua COVID-19.

Saat ini pemerintah terus gencar mensosialisasikan 5M. Bagaimana dengan reaksi masyarakatnya? Tak sedikit yang mengatakan Corona itu bohong dan hanya akal-akalan saja. Tapi makin kesini kegilaan Corona semakin menjadi. Rumah sakit hampir semua penuh dengan pasien Corona bahkan sampai menggunakan tenda khusus di halaman Rumah sakit. Apa itu masih akal-akalan?. Masyarakat yang Cuek kah yang salah? Saya rasa tidak. Karena hampir semua pasti akan bicara soal isi perut alias tanggungjawab keluarga dan pekerjaan yang mewajibkan harus mencari nafkah diluar rumah. Tak ada lagi yang bisa disalahkan karena semua sudah terlanjur, tinggal kini kitanya saja yang harus aktif untuk patuh Protokol Kesehatan alias (5M) karena hanya itu saat ini jurus sakti melawan Corona.

Sebab, semua cara sudah dilakukan pemerintah, bahkan terbaru TNI-Polri ikut gencar mensosialisasikan agar semua taat Prokes bahkan percepatan Vaksinasi pun digenjot. Dan untuk jurus akhir tinggal Vaksin saja yang belum semua masyarakat mendapatkanya agar memiliki kekebalan tubuh.

Vaksin Resep Jitu
Sementara Covid-19 masih mengamuk di Indonesia, ternyata ada beberapa negara yang justru sudah bebas masker. Contohnya seperti sejumlah negara Eropa, dimana mayoritas suporter negara pendukung Euro 2020/2021 sudah tak memakai masker. Mungkin Indonesia harus belajar dari Negara-negara ini, apa resepnya bisa bebas dari Corona. Dikutip dari Detik.com, hingga saat ini ada 10 Negara di Dunia yang dinyatakan sudah tak pakai masker alias bebas Corona, diantaranya Israel, Amerika Serikat, Italia, Hungaria, Yunani, Australia, Selandia Baru, Bhutan, China dan Korea Selatan. Dari semua Negara yang sudah bebas Corona itu, ternyata VAKSIN resep jitu nya. Bagaimana dengan Indonesia?.

Belum lama ini, Presiden Jokowi kembali mengimbau pemerintah daerah yang didukung oleh jajaran TNI dan Polri agar dapat selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat dalam segala kegiatan yang dilakukan di lapangan. Bahkan Presiden menargetkan Dua Juta Dosis Vaksinasi harian pada Agustus mendatang.

Untuk target Dua Juta Dosis Vaksinasi harian tersebut, kini Pemerintah melibatkan 400 ribu personel TNI dan Polri yang direncanakan akan mulai diterapkan pada awal Juli 2021, dimulai dengan target Satu Juta Dosis perhari. Semoga dengan Vaksin, Indonesia terlepas dari Corona gila yang tanpa mengenal siapa teman dan siapa lawan, semua disikat habis. Sehingga Indonesia tergabung bersama 10 Negara yang sudah bebas tanpa masker itu.

Ayo dukung TNI-Polri dalam membantu pemerintah menangani Corona gila ini. (Bing).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *