Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota Bogor menggelar kegiatan pertemuan para diplomat (Ambassador Summit) sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 71 tahun KAA yang akan digelar di Bandung pada April 2026, sekaligus upaya memperkuat posisi Kota Bogor di panggung internasional.
Kegiatan ini pun turut menghadirkan langsung perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Mozambik untuk Indonesia dan Counsellor Bidang Politik Kedutaan Besar India, sementara beberapa negara lainnya mengikuti secara virtual.
“Sebelum Konferensi Asia-Afrika, ada Konferensi Bogor yang digelar di Istana Bogor pada 1954 dan menjadi cikal bakal lahirnya KAA di Bandung pada April 1955,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Kamis (20/11/2025).
Dedie menjelaskan, para delegasi juga diajak melakukan napak tilas di Istana Bogor sebagai penghormatan terhadap sejarah, terutama Konferensi Bogor yang berlangsung pada 28-29 Desember 1954 yang juga menjadi titik awal penguatan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.
Dalam kesempatan itu, rombongan delegasi juga berkesempatan melihat langsung ruang pertemuan bersejarah di Gedung Istana Bogor. Menurut Dedie, hampir seluruh unsur ruangannya masih dipertahankan seperti aslinya.
“Melalui napak tilas ini kami ingin para delegasi melihat semua jejak sejarah. Semua masih terawat, mulai dari furnitur, ornamen, hingga lima bendera negara peserta yang masih tersimpan seperti saat Konferensi Bogor 1955 digelar,” ucapnya.
Lebih jauh, Dedie menilai kegiatan ini juga dapat membuka ruang bagi diplomasi kota (city diplomacy) yang dapat memperluas jejaring internasional Kota Bogor.
Ia berharap momentum ini dapat berkembang menjadi peluang kerja sama dan investasi, baik dari sektor swasta maupun pemerintah negara sahabat.
“Ke depannya tentu kami berupaya menjadikan Bogor tempat untuk potensi investasi, kunjungan wisata, maupun penyelenggaraan kegiatan internasional,” katanya.
Dedie pun menegaskan, pertemuan dan napak tilas ini bukan sekadar agenda simbolik. Kegiatan ini juga menjadi pengingat atas nilai-nilai yang melandasi KAA, yakni persatuan bangsa-bangsa, kemandirian, dan perjuangan melawan imperialisme. Semangat itu pula diharapkan terus relevan menjelang KAA 2026.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Itu harus terus kita jaga sebagaimana dicita-citakan para pemimpin saat merumuskan Konferensi Asia-Afrika di Bogor,” tuturnya. (Abizar)
