BogorUpdate.com – Dishub Kota Bogor buka suara menjawab kritikan soal konversi angkot konvensional ke angkot modern yang ungkapkan Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman.
Sekretaris Dishub Agus Suprapto mengatakan, konversi angkot yang dijalankan saat ini terus on progres, baik konversi 3 banding 1 ataupun 3 banding 2.
Menurutnya konversi angkot itu bagian dari penataan angkutan yang diatur dalam Perda nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan LLAJ.
Diakuinya Agus, ada 7 Trans Pakuan Kolidor (TPK) yang dijalankan hasil dari konversi, diantaranya, TPK 1 yang saat ini sudah dijalankan oleh Bus Trans Pakuan, TPK 2 dan 3 nanti akan dijalankan oleh konversi 3 banding 1 yakni bus sedang dan TPK 4 dan 5 merupakan trayek konversi 3 banding 2 yang saat ini sudah siap yaitu angkot modern.
“Jadi konversi itu terus berjalan, baik yang skema 3 banding 1 ataupun 3 banding 2. Semuanya terus berproses hingga nanti semua TPK bisa dijalankan. Jadi tidak ada proses yang berhenti, hanya saja tiap realisasi konversi itu ada tahapannya,” kata Agus, Senin (15/10/18).
Menurut dia, realisasi konversi itu sesuai dengan kemampuan badan hukum angkot yang akan menjalankannya nanti. Untuk konversi 3 banding 1, sampai saat ini masih proses pengadaan bus sedang oleh para badan hukum.
Apabila bus nya sudah tersedia lanjut dia, tentu akan langsung beroperasional menjalankan TPK 2 dan 3, karena koridornya sudah siap termasuk jalur bus nya juga sudah disiapkan.
“Untuk bus sedang yang nanti beroprasi di TPK 2 dan 3, akan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Direncanakan subsidi itu akan ada anggarannya di 2019 mendatang,” jelas dia.
Untuk itu realisasi bus sedang hasil konversi 3 banding 1 itu terus dimatangkan. Dan nantinya setiap TPK itu akan ada 80 bus sedang hasil konversi, artinya ada sekitar 240 angkot yang hilang diganti oleh 80 bus sedang.
Ia menambahkan, saat ini yang sudah siap itu adalah badan hukum dari konversi 3 banding 2 yang akan menjalankan TPK 4 dan 5. Angkot modern itu hanya sebutan saja dari badan hukum yang akan menjalankan TPK 4 dan 5, karena angkot angkotnya memiliki sejumlah fasilitas diantaranya, memiliki AC dan Camera CCTV.
“Untuk jalur TPK 4 dan 5, setiap TPK itu terdapat sekitat 120 angkot modern dan ada sekitar 180 angkot yang hilang diganti oleh angkot modern tersebut,” jelasnya.
Ia juga mengaku, saat ini sudah ada 5 badan hukum yang siap menjalankan TPK 4 dan 5, masing masing TPK nantinya ada 120 angkot modern. Dan badan hukum yang sudah siap salah satunya Kodjari. “Mereka sudah menyiapkan 20 angkot modern dan 11 angkot modern diantaranya sudah melakukan uji KIR,” tambah Agus.
Namun sayang saat ditanya target operasional angkot modern di TPK 4 dan 5, ia tidak mau menyebutkan kepastiannya. “Kalau soal target yaa secepatnya, maksimal hingga akhir tahun ini harus sudah beroperasional. Kami juga sudah mengamankan jalur jalur untuk dioperasikannya angkot modern,” tandasnya.
Menyikapi kekhawatiran badan hukum tentang timbul polemik saat mulai beroperasionalnya angkot modern Agus menegaskan pihaknya nanti akan menggelar meeting bersama dengan semua pihak dan mengamankan jalur jalur TPK dengan menyiagakan petugas di lapangan.
“Kita akan amankan seluruh jalur jalur yang akan dilalui oleh angkot modern itu. Nanti akan ada meeting bersama sebelum dioperasionalkannya angkot modern itu,” pungkas Agus. (As)
Editor : Tobing
