Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Disebut Preman Saat Berada Diantara Aksi Demo Aktivis SEMMI, Wondo: “Saya di Fitnah”

×

Disebut Preman Saat Berada Diantara Aksi Demo Aktivis SEMMI, Wondo: “Saya di Fitnah”

Sebarkan artikel ini

Foto Suryadin Wondo Tagolan (nomor dua dari kanan)
BOGORUPDATE.COM – Awalnya tak menggubris soal kehadiran dirinya di tengah aksi demo yang di gelar oleh Serikat mahasiswa muslimin Indonesia (SEMMI) Bogor Raya di depan kantor dinas pemuda dan olahraga (Dispora) kabupaten Bogor, yang mengakibatkan kesalahpahaman hingga berujung gaduh. Akhirnya Suryadin Wondo Tagolan, pria yang ramai dan viral di media karena aksinya yang muncul di tengah-tengah aksi demo tersebut angkat bicara.

Menurut Wondo sapaan akrabnya, pada saat aksi demo yang di gelar SEMMI dirinya bukan menghalang-halangi para pendemo.

“Perlu saya tegaskan, pada saat SEMMI menggelar aksi demo di depan kantor Dispora, disaat bersamaan saya hendak keluar karena ada panggilan penting dari teman saya di Kota Bogor. Saya dari gedung KONI, kebetulan gerbang Dispora dan KONI satu pintu, ya mau nggak mau saya harus melewati pintu itu. Lalu tiba-tiba diantara pendemo ada yang teriak menyebut saya preman. Karena kata-kata itu (Preman-red) saya kembali lagi ke arah pendemo untuk menanyakan apa maksudnya meneriaki saya dengan preman. Akhirnya polisi datang melerai dan saya pun pergi,” Ungkap Wondo, Kamis (26/12/19) lalu.

Masih kata Wondo, awalnya dirinya sudah tidak mempermasalahkan apa yang sudah terjadi. Tapi karena kejadian antara dirinya dengan pendemo viral di media dan medsos, dia pun tak bisa diam begitu saja.

“Pas malam, saya banyak dikirimin rekan-rekan link berita baik di media dan Youtube. Dalam pemberitaan itu saya merasa disudutkan seolah-olah saya yang memicu kegaduhan pada saat aksi demo. Saya pikir sudah aman-aman saja, tapi ini malah saya di vonis bersalah yang menimbulkan masalah dengan menyebut saya sebagi preman. Saya tidak akan tinggal diam atas fitnahan dan nama baik saya sudah tercoreng,” Tegas Wondo.

Ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan menyikapi pemberitaan soal dirinya, Wondo menyebut akan melakukan tindakan tegas dengan melaporkan ke pihak berwajib maupun dewan Pers.

“Atas fitnahan ini, saya merasa nama baik saya telah tercemar. Untuk itu saya minta agar pihak terkait yaitu SEMMI dan media yang memuat tentang saya dan juga yang menyebarkan video di Youtube untuk segera meminta maaf secara tertulis di media. Jika tidak ada niat baik dari yang saya sebutkan itu, maka saya bersama tim kuasa hukum akan melaporkan hal ini ke dewan Pers dan juga ke kepolisian,” Pungkasnya. (End)

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *