BOGORUPDATE.COM – Kondisi jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil serta dimasuki tiga kendaraan saja ke lokasi penyaluran bantuan logistik, tak menyurutkan nyali anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin untuk sampai ke posko pengungsian di Kampung Gunung Koneng, Desa Jayaharja, Kecamatan Sukajaya.
Setelah melalui jalan yang curam sejauh satu kilo meter daru posko utama Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), tiga kendaraan mobil rombongan Elly Rachmat Yasib akhirnya sampai ke lokasi penyaluran logistik untuk korban bencana alam longsor di Kampung Gunung Koneng.
Usai kuda besi yang ditumpangi tak lagi bisa menembus jalan karena kodisi badan jala semakin menyempit, politisi perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut kembali berjalan kaki sejauh 200 meter untuk dapat bercengkrama dengan para korban bencana alam di wilayah Sukajaya.
Akses jalan kaki yang dilalui tak kalah curam dengan yang telah dilalui mobil sebelumnya. Meski demikian, lagi-lagi kondisi jalan yang curam dengan hujan gerimis tak menyurutkan hati Elly untuk sempai ke posko penampungan korban bencana.
“Kita maju terus. Saya ingin mengunjungi saudar-saudara yang terdampak bencana alam agar mengetahui kondisinya secara langsung,” tegas Elly Rachmat Yasin.
Setelah melalui jalan yang berpemandangan sawah dan bukit yang terjadi longsor, Elly sempat berjalan di medan setapak yang bertebing hingga memeluk pohon.
Sesampainya di posko yang berangka bambu dan beratapkan terpal biru dengan lebar 3 dan panjang 8 meter, anggota DPR RI Komisi VI tersebut langsung disambut hangat oleh para pengungsi.
Tak lama menyampaikan kedatangannya, Elly langsing dihujani keluh kesah para korban terdampak bencana yang telah di posko semenjak awal tahun 2020.
Seorang pengungsi bahkan menyampaikan isi hatinya dengan meneteskan air mata dihadapan perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor ini.
Pembagian yang tidak merata menjadi fenomena yang dirasakan oleh para pengungsi yang berada di Kampung Gunung Koneng tersebut.
“Makanya kami ingin koordinator di posko ini bekerja dengan baik dan adil. Jangan sampai bantuan yang datang itu jatuh ke masyarakat yang bukan terdampak. Artinya, posri masyarakat yang terdampak wajib lebih besar ketimbang yang tidak terdampak. Koordinator posko wajib melihat porsi antara yang terdampak langsung dan tidak, jangan dzolim,” tandasnya. (End/Do)
Editor : Endi






