Festival kuliner dan bazzar produk UMKM di Bukit Cimanggu City. (Abizar/Bogorupdate)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Jika jalan atau lari pagi sudah menjadi kebiasaan anda, tentu ini sangat bagus dalam memelihara dan menjaga kebugaran tubuh anda sebagai bentuk rasa syukur kepada sang Pencipta.
Selain itu, tentu saja sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan untuk berolah raga rutin sesuai dengan usia. Seperti di kawasan Bukit Cimanggu City, Tanah sareal, Kota Bogor, olah raga pagi khsusunya hari Sabtu dan Minggu menjadi kegiatan rutin warganya, baik tua maupun muda bahkan anak-anak melakukan olah raga sehingga menjadi ramai.
Adalah komunitas E-Marketplace BCC Pasae Swalayan menangkap keramian ini menjadi peluang pasar yang baik dan ditangkap sebagai mata rantai ekonomi dan sikaturahmi bagi warga sekitar perumahan terbesar di Kota hujan ini. Lalu komunitas ini menggelar even bazzar festival kuliner dan produk UMKM November 2025 lalu, rupanya diluar dugaan ada 700 warga dan pedagang UMKM di sekitar Bukit Cimanggu City ini begitu antusias mengikuti dan menghadiri acara ini.
Selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi penggerak roda ekonomi warga, khususnya yang bergerak di Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM selama ini.
“Acara bazzar Festival dan Produk UMKM warga BCC ini menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi untuk menggerakan roda ekonomi dan perdagangan, khususnya warga BCC dan warga luar BCC,” ujar ketua pelaksana bazzar, Imam Laksana Irawan kepada wartawan media ini.
“Karena kami melihat antusias warga begitu besar, maka kami akan kembali menggelar acara serupa pada tanggal 3 dan 4 Januari 2026 mendatang di lokasi yang sama yaitu di ruas jalan buntu Blok EE komplek perumahan Bukit Cimanggu City Tanah Sareal Kota Bogor,” sambungnya.
Imam berharap, diselengarakannya event Bazzar Festival kuliner dan produk UMKM ini, dapat memberikan ruang terbuka dan mendorong ekonomi perdagangan warga dan UMKM di lingkungan warga BCC mengalami pertumbuhan dan peningkatan income untuk keluarga warga BCC dan berdampak pada masyarakat sekitar.
Dari catatan yang ada menurut Imam, transaksi yang terjadi setiap hari berkisar antara 500 ribu sampai 5 Juta Rupiah untuk setiap pedagang UMKM.
“Namun yang lebih penting adalah, terjalinnya silaturahmi antar warga sambil menikmati hasil karya tetangga sendiri baik makanan olahan, pakaian, sembako sampai pernak pernik kebutuhan rumah tangga serta perawatan badan berupa kosmetik dan kebutuhan dan alat ibadah juga ada,” pungkasnya. (Abizar)
