Bogor RayaHomePolitik

Gara-gara Satu Jari, Bima Diperiksa Bawaslu

 

BogorUpdate.com – Kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut satu KH. Ma’ruf Amin ke Kota Bogor berujung pemanggilan Wali Kota Bogor Bima Arya oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

Pemanggilan tersebut, untuk diminta klarifikasi karena ikut mengacungkan satu jari saat menyambut kunjungan cawapres dari pasangan petahana.

 

Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau membenarkan perihal pemanggilan terhadap orang nomor satu di kota hujan tersebut. Menurutnya Bima Arya dipanggil untuk dipinta klarifikasi.

 

“Ya, kita sedang proses semuanya, langkah pertamanya investigasi untuk menelusuri oleh bawaslu,” kata Elyas, Kamis (10/1/19).

 

Menurutnya, semua yang berkaitan dan ada pada saat itu hadir akan dipinta keterangan mulai tim pemenangan daerah sampai Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). “Kami kumpulkan bukti-buktinya dan juga minta keterangan dari semua yang terlibat,” ujarnya.

 

Masih kata dia, dalam menyelesaikan persoalan kasus pelanggaran kampanye, langkah pertama melakukan penelusuran, setelah itu nanti dilihat apakah memasuki unsur pelanggaran kampanye atau tidak.

 

Dia menambahkan, apakan pada saat kedatangan KH. ma’ruf Amin itu pada hari dan jam kerja atau tidak, kalau pas hari kerja tentunya dikembangkan lagi apakah Walikota mengajukan cuti atau tidak pada saat ikut menyambut Cawapres pasangan petahana itu.

 

“Ya pasti, prosesnya kami lalui semua sesuai aturan, bagaimana kronologisnya, apa saja yang dilakukannya, apakah masuk pelanggaran atau tidak, kalau memang sesuai aturan tidak apa-apa, sah-sah saja toh,” jelasnya.

 

Sementara Bima Arya saat ditanya tentang pemanggilan Bawaslu tersebut menegaskan, bahwa dirinya akan kooperatip memenuhi pemanggilan.

 

“Insya allah siap, besok (Jumat 11/1/19) Pukul 14.00 WIB saya akan silaturahmi ke Bawaslu, besok akan saya jelaskan,” ujar Bima.

 

Diakui Bima, kedatangannya ke Bawaslu pertama secara umum untuk ber silaturahmi. Dan mengenai simbol satu jari yang dilakukan dirinya saat menyambut KH.Maruf Amin prinsipnya satu itu nilainya memuliakan tamu.

 

“Pose satu jari itu nilainya memuliakan tamu, satu itu tidak mengacu ke simbol politik, itu tidak ada,” pungkasnya. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Exit mobile version