Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Gedung Laga Satria Bak Rumah Hantu, Pemeliharaanya Dipertanyakan

×

Gedung Laga Satria Bak Rumah Hantu, Pemeliharaanya Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Penampakan Gedung Laga Satria yang menjadi idaman di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XII di kabupaten Bogor tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan, bak rumah hantu.

Hal tersebut diduga lantaran tidak dilakukan pemeliharaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Salah satu security yang menemani Bogorupdate.com mengelilingi Gedung Laga Satria tersebut menunjukan beberapa titik yang sudah tidak layak dan sangat memprihatinkan. Bahkan ada ruang yang sudah tidak bisa digunakan lagi, genangan air akibat kebocoran sangat nampak terlihat. Menurutnya beberapa bagian di ruang di Gedung Laga Satria tersebut butuh sentuhan perbaikan.

“Disini ada beberapa ruangaan yang memang sudah tidak bisa digunakan akibat plafon nya ambruk dan bocor,” cetus salah satu security tersebut kepada Bogorupdate.com.

Ia menjelaskan, beberapa ruangan yang sudah tidak dapat digunakan tersebut seperti ruang solat putri ini sudah tidak berani untuk di gunakan karena plafon nya jebol. Bahkan setiap hujan turun, genakan air hampir memenuhi semua bagian ruangan Gedung Laga Satria itu.

“Kawatir ambruk ditambah lagi memang bocor juga, dan dekat box panel listrik juga kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti yang terlihat genangan air di mana-mana, bukan karena tidak dibersihkan tapi memang bocornya di mana-mana. Begitu juga dengan kondisi toilet yang sangat memprihatinkan, dari 20 WC yang ada di gedung ini paling hanya 3 yang normal dan bisa di gunakan,” bebernya.

Selebihnya, masih kata dia, ada yang memang mampet ada yang bocor ada yang airnya tidak mau mengalir. Namun para pekerja tetap dibersihkan hanya saja tidak bisa digunakan. Dia menjelaskan dari semenjak Porda tahun 2018 lalu, perbaikan – perbaikan kecil saja yang dilakukan, dari UPT Dispora, jika untuk perbaikan besar belum pernah di lakukan.

“Kita sudah adukan semua kerusakan yang ada di Gedung ini, baik dari masalah WC nya maupun atap nya. Namun memang belum ada tindakan untuk perbaikan renovasi besar – besaran, untuk tahun 2021 kemarin hanya pemeliharaan dari UPT saja,” bebernya.

Terpisah, Kasubag TU UPT Dispora, Sairan mengatakan jika benar ada tender pemeliharaan seharusnya tahun 2021 Gedung Laga Satria mendapatkan pemeliharaan. Namun karena recofushing maka di gagalkan mungkin akan terealisasi tahun ini. Dia mengakui untuk kondisi gedung tersebut sangat lah memprihatinkan dan sudah sangat butuh perbaikan.

“Sejauh ini UPT hanya melakukan pemeliharaan kecil yang memang ada anggaran nya di UPT, untuk pemeliharaan skala besar nya dibatalkan karena memang tidak ada uangnya,” paparnya.

Bahkan, sambung Sairan, pihaknya sudah melayangkan surat pembatalan kepada ULP untuk kegiatan pemeliharaan gedung kantor Laga Satria. Memang saat itu menurutnya, sudah masuk proses lelang karena ada nya surat pembatalan dari UPT Dispora maka tidak di teruskan .

“Jika sudah ada pemenang nya di ULP itu diluar sepengetahuan kami, karena sejak ada pemberitahuan tidak ada uang maka kami pun disuru untuk melayangkan surat pembatalan lelang,” ucapnya.

Sekedar di ketahui, Pemeliharaan Gedung Laga Satria yang terkena recofushing pernah di menangkan oleh PT Pandawa Panca Persada, dengan pagu anggaran Rp.747.173.500,00. Namun jika lelang tersebut dibatalkan ada kemungkinan akan jadi beda pemenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *