Cibinong, BogorUpdate.com
Pemerintah Kabupaten Bogor mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri 1442 Hijriyah di Provinsi Jawa Barat. Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi perangkat daerah terkait menerima arahan Ketua Satgas Covid-19 Republik Indonesia, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Jawa Barat. Rakor dilaksanakan secara virtual di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis (29/4/21).
Ketua Satgas Covid-19 RI, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menjelaskan, aktivitas dalam sosial ekonomi harus tetap berjalan, mereka yang berpergian dengan dokumen resmi baik yang ASN, TNI, Polri, dan juga pegawai BUMN serta swasta, dipersilahkan. Masyarakat juga bisa melengkapi dokumen untuk berpergian dari Kepala Desa atau Lurah. Semua tetap berjalan, yang dilarang sekali lagi adalah mudik.
“Aktivitas selain mudik, masih diberikan kesempatan. Oleh karenanya, seluruh petugas di lapangan diminta untuk mempelajari aturan ini supaya tidak terjadi gesekan dengan masyarakat. Masyarakat juga diharapkan bisa mengetahui ketentuan yang ada,” jelas Doni yang juga Kepala BNPB RI.
Doni menambahkan, mari kita songsong Perayaan Idul Fitri dengan meningkatkan silaturahmi melalui virtual. Seluruh pimpinan di daerah harus bekerja keras untuk bisa memberikan fasilitas komunikasi virtual bagi warga masyarakatnya yang secara ekonomi mungkin punya keterbatasan. Kami juga menghimbau kepada jaringan provider di daerah untuk meningkatkan kapasitasnya.
“Alhamdulillah tiga kali terjadinya libur panjang tahun ini, tidak terjadi kenaikan kasus seperti tahun lalu. Mari sekali lagi kita belajar, setiap hari kita belajar dari apa yang terjadi pada kita semua. Kalau literasi tentang Covid-19 semakin baik, maka bangsa kita akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Doni.
Saya yakin, lanjut Doni, dengan kerja sama dan kerja keras kita semua, pengendalian akan jadi lebih baik. Pengalaman tahun lalu, kita harapkan tidak terulang pada tahun ini. Insyaallah bangsa kita akan dapat mengendalikan Covid-19, masyarakat tidak terpapar Covid-19 dan juga tidak terpapar ekonomi yang sulit.
Selanjutnya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menuturkan, dirinya mengapresiasi seluruh peserta rapat koordinasi. Ini satu bukti bahwa koordinasi yang kita lakukan pada hari ini sangat efektif. Apa yang disampaikan hari ini tolong dipelajari lebih baik dan dijalankan. Kita tetap tegas, tetapi kita juga tidak kaku. Jangan seperti penguasa yang menakuti rakyatnya.
“Lakukan pengamatan, terapkan kepeduilan, buat narasi yang baik dalam menyampaikan aturan kepada masyarakat dan kelola narasi tersebut dengan baik. Semoga apa yang menjadi harapan kita semua dalam menanggulangi Covid-19 ini dapat lebih baik,” tutur Budi Karya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerangkan, saya selalu mengingatkan yang paling rawan dalam aktivitas mudik ini adalah para lansia. Para ulama bersepakat ada syariatnya, bersilaturahmi itu kan mencari kebaikan, mencari kemuliaan.
“Orang tua itu mulia tapi kalau mencari kebaikan dan kemuliaan, orang tua itu kan rentan dengan potensi penularan, maka secara syariat yang benar saat ini adalah mencegah kemudharatan dengan menjauhi potensi penularan, mencari kemuliaannya bisa lewat virtual,” kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil juga mengatakan, saya menitipkan kepada Camat yang hadir, karena desa kami ini ada 2.300-an. Pastikan kalau pun ada bocor, pemudik tiba – tiba sampai di kampung halaman, karantina 5 hari, tolong dipersiapkan. Apakah di SD yang tidak di pakai, atau dimanapun, atau dengan inovasi lainnya juga boleh, yang penting amati jangan sampai lengah terhadap potensi kebocoran pemudik yang datang tiba-tiba. (bu/*)






