Foto Ketua Sapu Indonesia Hary Ara Hutabarat (kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan)
Nasional, BogorUpdate.com
Hary Ara Hutabarat, Ketua Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU INDONESIA) merasa bingung dengan Pemprov Jawa Barat yang akan menyelenggarakan tes cepat atau rapid test atau tes massal virus corona Covid-19. Dimana, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, rapid test akan diselenggarakan di sejumlah stadion di Jawa Barat. Untuk Stadion Patriot Candrabhaga akan difungsikan untuk rapid test bagi warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, hingga Karawang.
Kedua Stadion Pakansari rencana untuk warga Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok. Stadion Jalak Harupat juga akan difungsikan sebagai lokasi rapid test Covid-19. Untuk rapid test Covid-19 tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Selasa (24/3/20). Pelaksanaan itu sambil menunggu peralatan medis yang disediakan oleh pemerintah pusat. Barangnya (alat kesehatan) belum ada, sudah dijanjikan oleh pemerintah pusat akan hadir di kota Bandung sebagai ibukota (provinsi) itu mungkin Senin (23/03/20).
Menurut Harry Ara Hutabarat, yang membuat dirinya bingung, karena warga harus mendengar yang mana?.
“Ya, bagaimana ini, kita sebagai warga harus dengar yang mana dan ikuti yang mana?. Disatu sisi sudah di sosialisasikan maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 yang di tandatangani Kapolri langsung. Inti dari maklumat itu, kita harus hindari kerumunan,” Ujar Hary Ara dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3/20).
SAPU INDONESIA berharap agar pencegahan COVID-19 dapat menghindari kerumunan, mobilitas warga dan penumpukkan massa. Karena, kata Hary Ara kalau kegiatan diadakan di gedung olahraga dan warga yang datang dari masing masing wilayah tentu akan beresiko tinggi penyebaran Virus COVID-19.
“Jadi kami sangat berharap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo dapat memperhatikan masukan ini dan meninjau ulang rencana test massal ini,” Pinta nya.
Hary Ara meminta agar rapid test Covid-19 tidak perlu memobilisasi jumlah orang yang cukup banyak dan mengumpulkan di satu titik yakni di Gedung olah raga.
“Pelibatan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) di tingkat kelurahan untuk rencana Rapid Test ini lebih efektif, namun harus sesuai standar pelayanan yang ada dalam penangan Covid 19. Sehingga tidak perlu orang dihadirkan jauh-jauh dan berkerumun di Gedung Olah Raga yang justru berpotensi menambah resiko penularan Covid -19 baik dijalan maupun di titik kumpul,” Tegas Ara sapaan akrabnya.
Masih kata Hary Ara, dengan diadakannya kumpul massa yang begitu besar, dirinya khawatir kontraproduktif dengan pencegahan penyebaran Covid -19.
“Sekali lagi saya berharap pak Doni Monardo benar-benar mendengarkan masukan ini. Hal ini semata-mata sebagai bentuk solidaritas dan masukan dari kami,” Pungkasnya. (End/HA)
Editor : Endi






