Cibinong, BogorUpdate.com
Menyikapi soal ramai pemberitaan yang menyebutkan kalau Diskominfo melakukan pembohongan atau mengiming-imingi akan adanya bantuan dari Bupati Bogor kepada wartawan yang bertugas di kabupaten Bogor. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto angkat bicara.
Rudi Susmanto mengungkapkan kalau dirinya telah mengetahui akan permasalahan tersebut, dia pun langsung menghubungi Diskominfo.
“Saya sudah baca beritanya. Diskominfo sudah saya hubungi. Menurut diskomimfo ada kesalahpahaman (Miss Komunikasi) dari pihaknya. Saya sudah meminta agar diskominfo membuatkan kelompok tersendiri untuk bantuan terhadap wartawan,” Ujarnya saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (14/4/20).
Rudi Susmanto menyebutkan, wartawan adalah garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
“Wartawan merupakan garda terdepan dalam menginformasikan Virus Corona (Covid-19) selama ini. Jadi sudah sewajarnya pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus,” Ujarnya lagi.
Mengatasi permasalahan yang terjadi antara PWI Kabupaten Bogor dengan Diskominfo tersebut, Rudi Susmanto mengatakan akan langsung bicara ke Bupati.
“Malam ini akan langsung saya sampaikan ke Bupati agar bantuan yang dijanjikan oleh diskominfo tersebut segera terpenuhi. Karena mereka (Diskominfo-red) yang menjanjikan ya harus dipertanggungjawabkan,” Pungkasnya.
Terpisah, ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagio menyampaikan rasa terimakasihnya atas atensi dari ketua DPRD Kabupaten Bogor.
“Terimakasih saya sampaikan kepada Mas Rudi Susmanto atas atensi nya yang menerima kami dengan baik. Semoga mas Rudi dapat menjadi penjembatani kepada Bupati agar kisruh antara PWI dan Diskominfo tidak berkepanjangan,” Pintanya.
“Harapan saya agar permasalahan ini jangan terulang lagi. Baiknya diskominfo sebelum menyebarkan informasi ataupun sesuatu agar terlebih dahulu mengkroscek kebenarannya. Apalagi ini bicara soal bantuan, yang dimana kami tidak berharap tapi karena diskominfo yang menjanjikan, tapi mereka juga yang seakan membuat janji palsu alias PHP (Pemberi harapan palsu-red),” Pungkasnya.
Sebelumnya, awal kisruh antara PWI kabupaten Bogor dan Diskominfo terjadi akibat adanya pesan tertulis yang disampaikan oleh Diskominfo kepada PWI. Dimana dalam pesan tersebut agar wartawan yang bertugas di kabupaten Bogor mengumpulkan data pribadi untuk diserahkan kepada Diskominfo karena akan ada bantuan dari Pusat, Provinsi Jawa Barat dan Bupati Bogor.
Terpisah, Sekjen PWI Kabupaten Bogor, M. Nurofik mengatakan bahwa yang harus menjadi catatan penting adalah wartawan tidak berhak soal bansos Covid-19.
“Catatan pentingnya adalah bahwa kita selaku wartawan tidak berhak pada bansos Covid-19. Kita hanya bertanya, apakah bupati ada perhatian terhadap wartawan yang terdampak juga rentan terpapar Covid-19, Itu saja kok,” Tegas Nurofik. (Red)
Editor : Endi






