Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Mahasiswa IPB University Ajak Orang Tua Lakukan Pola Asuh yang Tepat di Era Digital dan Pandemi

Lifestyle, BogorUpdate.com
Selama belajar dalam jaringan (Daring) membawa keresahan tersendiri bagi orang tua di era digital dan era pandemi. Kadang anak terlalu asyik gawai (game) sehingga tugas dan kewajibannya selama belajar daring terabaikan. Selain itu, pandemi itu sendiri membawa rasa jenuh yang dapat berdampak berupa stres pada anak.

Melihat kondisi tersebut mendorong mahasiswa IPB University yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor untuk menggelar Summer School dengan tiga sub tema yaitu Untuk Diriku, Untuk Lingkunganku dan Untuk Keluargaku.

“Pada sub tema Untuk Keluargaku, kami menggelar webinar parenting dengan judul “Pengasuhan Di Era Digital dan Era Pandemi untuk Membentuk SDM Tangguh di Masa Depan”. Peserta terdiri dari berbagai kalangan namun secara keseluruhan peserta merupakan orang tua yang memiliki anak yang berada pada usia sekolah,” ujar salah satu mahasiswa IPB University peserta KKN-T.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada orang tua tentang bagaimana mengelola pengasuh yang tepat dan baik di era digital dan era pandemi,” sambungnya.

Webinar ini menghadirkan Dr Dwi Hastuti, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia. Dr Dwi adalah salah satu dosen IPB University yang memiliki kepakaran di bidang perkembangan anak.
Dalam kesempatan ini, Dr Dwi menjelaskan pentingnya menjalankan penjagaan yang tepat di era digital terlebih saat pandemi demi membentuk Sumberdaya Manusia (SDM) yang tangguh.

“Saat pandemi, terjadi perubahan lingkungan sosial dimana anak-anak lebih sering terpapar teknologi informasi dan komunikasi yang kuat. Hal tersebut dapat menyebabkan stres yang dapat berdampak pada perkembangan otak anak. Maka dari itu orang tua berperan dalam menciptakan emosi yang positif pada anak. Seperti mempersembahkan kasih sayang, kelekatan, kepercayaan, rasa aman, dan rasa dihargai. Semua hal tersebut akan menumbuhkan rasa kebahagiaan dan kepuasan yang dibutuhkan oleh anak. Orang tua juga berperan dalam membangun emosi positif pada anak. Artinya tidak memberikan agresi secara fisik maupun verbal,” terangnya.

Menurutnya, pandemi menyebabkan rasa khawatir, cemas, sedih, serta keterbatasan. Pada situasi seperti ini dibutuhkan individu yang kuat, resisten, tahan, dan disiplin yang dapat dibentuk melalui keluarga yang memiliki emosi yang positif. Peran Ayah dan Ibu sangat dibutuhkan dalam memberikan emosi positif. Seperti belajar bersama anak dan menikmati rumah bersama anak agar terasa menyenangkan.

“Orang tua juga memiliki hak mengatur dan membatasi waktu anak bermain gawai. Orang tua harus memiliki pengetahuan, kontrol emosi dan kesungguhan membentuk karakter pada anak. Menjadi teladan yang baik serta memberikan keseimbangan antara kasih sayang serta kedisiplinan sehingga terbentuk ikatan yang baik,” imbuhnya.

 

 

 

 

 

(ipb/rie)

Exit mobile version