Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahanPolitik

Pelayanan RSUD Dibatasi, ASB Dukung Pemerintah

×

Pelayanan RSUD Dibatasi, ASB Dukung Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Anggota DPRD Akhmad Saeful Bahri mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang membatasi layanan poli rawat jalan dan rawat inap non-covid di RSUD lantaran rumah sakit pelat merah itu bakal dijadikan rumah sakit khusus perawatan pasien terpapar virus Corona.

“Kalau sudah dijadikan rujukan khusus Covid-19, langkah pembatasan untuk layanan umum baik dilakukan,” kata Anggota Komisi IV DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB).

Masih kata dia, seperti di RSUD Kota Tangerang, walikotanya sudah ambil keputusan serupa. Kami berharap, walikota Bogor mengambil langkah yang sama.

Namun, kata ASB, pembatasan layanan untuk pasien non-covid, harus didukung oleh rumah sakit swasta. Atas dasar itu, Pemkot Bogor sebaiknya menerbitkan surat edaran agar RS swasta wajib melayani pasien BPJS.

“Ya, khususnya bagi warga Kota Bogor. jangan sampai tak didukung sama pihak lain. Dan ujungnya warga tak terlayani secara kesehatan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti terkait sebanyak 51 tenaga medis yang terindikasi reaktif terhadap Covid-19, walaupun belum dinyatakan positif. “Kita berdoa saja mudah-mudahan tidak positif hasilnya,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, untuk pelayanan di RSUD Kota Bogor akan membatasi maksimal rawat jalan, kecuali pelayanan Covid-19 yang tetap berjalan.

“Penutupan layanan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ungkap Dedie kemarin.

Ia menjelaskan, operasional RSUD Kota Bogor yang dibatasi adalah layanan kesehatan non-COVID-19. Sementara itu, untuk layanan kesehatan penanganan pasien COVID-19 tetap beroperasi dengan normal.

“Karena situasinya tidak memungkinkan lagi untuk rawat jalan non-COVID-19, karena berisiko. Sangat berisiko,” tegasnya.

Lebih lanjut Dedie mengatakan 51 orang di RSUD Kota Bogor yang positif corona itu bukan semua tenaga medis Covid-19, ada front liner, ada petugas jaga, ada perawat ICU dan lainnya.

Mereka itu bisa terpapar di RS, di jalan, di toko, di rumah. Makanya semua harus waspada. Saat ini yang positif itu sedang diisolasi di salah satu hotel di Kota Bogor.

Mereka hari ini juga akan menjalani test swab untuk mengecek kepastian terpapar corona. Hari jumat mendatang hasil swab mudah mudahan sudah keluar. “Kita berharap hasil Swab nanti hasilnya negatif semua,” harapnya. (As)

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *