Ciomas, Bogorupdate.com
Pendistribusian beras Bulog tahap kedua di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali disoal.
Lantaran, melalui akun media sosial (medsos) yang menyebutkan bahwa Bantuan Beras Bupati (Banbup) tahap kedua sebanyak 6000 Ton bagi 200 ribu keluarga yang terdampak covid-19 itu diklaim banyak kutunya.
Dilain pihak, hasil pengecekan yang dilakukan Pemerintahan Desa (Pemdes) Kota Batu, Kecamatan Ciomas beserta jajarannya di tingkat Desa tersebut tidak menemukan beras Bulog bantuan dari Bupati Bogor itu terdapat banyak kutu.
Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh Pemdes tersebut pada 13 September 2020 hari ini, berisikan ‘yang bertandatangan dibawah ini Kepala Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, menyatakan dengan sebenarnya bahwa.
Berkaitan dengan laporan di Media Sosial (Medsos) yang diberitakan bahwa Bantuan Beras Bupati terdapat banyak kutunya, itu tidak benar.

Menindak lanjuti pemberitaan (Viral) di media sosial tersebut selain pengecekan di Kantor Desa juga pengecekan ke beberapa RW di wilayah Desa Kota Batu, Ciomas.
“Maka berdasarkan hasil pemeriksaan bersama bantuan kabupaten (Bankab) di tempat penyimpanan beras bantuan untuk desa Kota Batu dengan staf kantor Bulog Cabang Dramaga yakni Bapak Tata, Babinsa, Ketua BPD, Kades Kota Batu, Sekdes, dan Kasi PKM Kota Bogor bahwa hasil pemeriksaan di dapat bahwa beras Bankab tersebut tidak ada kutu seperti pemberitaan di medsos yang kini tengah viral,” tegas Kades Kota Batu, Ratna Wulansari dalam surat pernyataannya kepada media, Minggu (13/9/2020).
Kepada wartawan, Ratna menyebutkan bahwa dari hasil konfirmasi dari RT dari 15 RW tak ada ditemukan kutu pada beras tersebut.
“Setelah menunggu konfirmasi dari RT RW atau dari 15 RW semua menyatakan beras dalam kondisi bagus dan layak konsumsi. Bahkan aparat desa sendiri uji tanak, bagus bahkan mengapresiasi beras tahap dua ini,” pungkasnya.
(Rul/Bing)






