Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Pemkot Bogor Matangkan Persiapan Kirab Budaya Mahkota Binokasih

×

Pemkot Bogor Matangkan Persiapan Kirab Budaya Mahkota Binokasih

Sebarkan artikel ini

Pemkot Bogor Matangkan Persiapan Kirab Budaya Mahkota Binokasih. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Sejumlah aspek teknis, mulai dari rekayasa lalu lintas, penataan iring-iringan, hingga kesiapan peserta, kini telah mencapai sekitar 90 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko, mengatakan bahwa fokus utama saat ini adalah pengaturan iring-iringan peserta kirab, termasuk mobilisasi kendaraan pendukung.

“Ada kurang lebih 25 bus dari 27 provinsi yang akan melakukan drop peserta. Setelah itu, bus akan kami arahkan ke Terminal Baranangsiang untuk parkir,” ujar Sujatmiko, Rabu (6/5/26).

Ia menjelaskan, pada malam pelaksanaan, kawasan Jalan Roda hingga Warung Bogor akan disterilkan mulai pukul 20.00 WIB untuk kebutuhan penjemputan peserta kirab. Bus-bus akan diparkir di sepanjang jalur tersebut, sehingga peserta yang telah menyelesaikan pawai dapat langsung menuju kendaraan masing-masing.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah titik. Jalur kirab akan diprioritaskan untuk iring-iringan, sementara sebagian ruas jalan tetap dibuka terbatas menggunakan pembatas traffic cone.

“Untuk masyarakat yang ingin menonton, kami imbau tidak parkir di badan jalan. Kendaraan harus masuk ke kantong parkir off-street seperti di area pertokoan atau pusat perbelanjaan,” tegasnya.

Sterilisasi jalur kirab direncanakan dilakukan secara bertahap, terutama di sepanjang Jalan Suryakencana, Siliwangi, hingga Batutulis. Petugas akan mulai menyisir area tersebut sejak sore hari guna memastikan tidak ada kendaraan yang parkir di badan jalan.

Sebanyak lebih dari 150 personel gabungan telah disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Penempatan petugas juga telah dipetakan di setiap simpang dan akses strategis.

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, menyebutkan bahwa kirab budaya ini akan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

“Kurang lebih akan ada 2.000 hingga 3.000 penari yang terlibat. Selain itu, ada 14 kampung adat, perwakilan dari 27 kabupaten/kota, serta dukungan penari dari Jawa Barat dan Bali,” ungkapnya.

Kirab budaya ini juga akan dimeriahkan oleh pasukan kavaleri serta kereta kencana, yang menambah nilai historis dan budaya dalam rangkaian acara.

Rute kirab dimulai dari Bumi Ageung (Museum Pajajaran), melintasi Jalan Siliwangi, dan berakhir di kawasan Lawang Suryakencana. Perubahan titik akhir ini dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan Kebun Raya Bogor dari potensi kerusakan akibat membludaknya massa.

“Diperkirakan bisa mencapai 5.000 orang. Jadi kita hindari masuk ke Kebun Raya demi menjaga tanaman yang dilindungi,” jelas Firdaus.

Acara dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB, dengan harapan dapat berlangsung lancar dan meriah. Kirab Makota Binokasih ini menjadi yang pertama kali digelar di Kota Bogor dan diharapkan dapat menjadi agenda budaya berskala besar di masa mendatang.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran acara serta keselamatan bersama. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *