Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Rehab Gedung Laga Satria Yang Mirip Rumah Hantu Sudah Ditender 2021, Sampai Sekarang Kok Belum Dikerjakan?

×

Rehab Gedung Laga Satria Yang Mirip Rumah Hantu Sudah Ditender 2021, Sampai Sekarang Kok Belum Dikerjakan?

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Rehabilitasi (Rehab) pemeliharaan Gedung Laga Satria Kabupaten Bogor yang mirip rumah hantu ternyata sudah ditender pada tahun 2021 lalu, namun sampai sekarang belum dikerjakan.

Bagaimana tidak, dalam website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bogor, nyatanya sudah ditender dan ditunjuk pemenangnya pada tahun anggaran 2021 kemarin.

Pada website lpse.bogorkab.go.id anggaran pemeliharaan dengan nama tender Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung-Bangunan Gedung Tempat Kerja-Bangunan Gedung Tempat Olahraga Kegiatan Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya (Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Olahraga Gedung Laga Satria Cibinong) dalam satus sudah selesai pada tahun 2021.

Bahkan, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp. 747.173.500,00 dari satuan kerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor itu sudah ditetntukan pemenangnya, yakni Pandawa Panca Perkasa yang bedomisili di Kp. Caringin Rt 02 Rw 03, Desa Banjarsari, Kecanatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Namun nyatanya hingga tahun 2022 ini, kondisi gedung laga satria itu nampak tidak terlihat adanya rehabilitasi dari sisi manapun. Bahkan, sudah tidak dapat digunakan lagi lantaran mengalami kerusakan yang memprihatinkan.

Menanggapi hal itu, Kasubag TU UPT Dispora, Sairan mengatakan jika benar ada tender pemeliharaan seharusnya tahun 2021 Gedung Laga Satria mendapatkan pemeliharaan. Namun karena recofushing maka di gagalkan mungkin akan terealisasi tahun ini. Dia mengakui untuk kondisi gedung tersebut sangat lah memprihatinkan dan sudah sangat butuh perbaikan .

“Sejauh ini UPT hanya melakukan pemeliharaan kecil yang memang ada anggaran nya di UPT, untuk pemeliharaan skala besar nya dibatalkan karena memang tidak ada uangnya,” paparnya.

Bahkan, sambung Sairan, pihaknya sudah melayangkan surat pembatalan kepada ULP untuk kegiatan pemeliharaan gedung kantor Laga Satria. Memang saat itu menurutnya, sudah masuk proses lelang karena adanya surat pembatalan dari UPT Dispora maka tidak di teruskan.

“Jika sudah ada pemenangnya di ULP itu diluar sepengetahuan kami, karena sejak ada pemberitahuan tidak ada uang maka kami pun di suruh untuk melayangkan surat pembatalan lelang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *