Nanggung, BogorUpdate.com
Terkait banjir yang melanda PT Aneka Tambang (Antam) UPBE Pongkor yang beralamat di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Pada Jumat (24/4/20) lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang), Syarifah Sofiah akhirnya buka suara.
Setelah sebelumnya ketika dimintai tanggapannya atas banjir tersebut, dimana kepala Bappedalitbang enggan berkomentar, kini seakan cuek (tak peduli) hanya mengatakan agar banjir nya segera surut. “Semoga banjir segera surut dan tidak menimbulkan korban,” Ujar Syarifah Sofiah kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (27/4/20) tanpa memberikan solusi atau respon lainnya.
Atas jawaban singkat dari Kepala Bappedalitbang tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniyah, Lulu Azhari Lucky megunungkapkan rasa kecewa nya. Menurutnya, Bappedalitabang tidak bisa lepas tangan dalam menyikapi banjir yang menggenangi PT Antam.
“Bappedalitbang itu kan badan perencanaan daerah, dan kebetulan pada lokasi banjir itu ada lokasi programnya Bappedalitbang yakni Geopark Pongkor. Seharusnya kepala Bappedalitbang merespon akan masalah ini, jangan sampai memprogramkan nasional Geopark Pongkor akan tetapi bisa berdampak kepada keselamatan masyarakat ataupun pengunjung nantinya,” Tegas Ki Jalu sapaan akrabnya, Selasa (28/4/20).
Pada pemberitaan sebelumnya, Banjir kembali melanda kawasan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) UPBE Pongkor, yang beralamat di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Pada Jumat (24/4/20) sore. Humas PT Antam UPBE Pongkor, Agus Setiyono membenarkan kejadian banjir tersebut.
“Kemarin sore wilayah Pongkor curah hujannya sangat tinggi yang menyebabkan meluapnya air dari paritan drainase. Kemudian aliran sungai Ciguha yang jaraknya dekat dengan pintu masuk tambang juga masuk paritan/drainase. Sehingga air sampai ke halaman sekitar kantor tambang,” Ujar Agus Setiyono kepada Bogorupdate.com, Sabtu (25/4/20).
Ketika disinggung soal penyebab banjir apakah ada kaitannya dengan kegiatan tambang, Agus Setiyono menyatakan banjir terjadi murni karena curah huja.
“Jadi ini bukan banjir karena kegiatan tambang dan saat ini pembersihan lumpur untuk normalisasi jalur locomotive,” tukasnya.
Menyikapi kejadian banjir yang melanda PT Antam UPBE Pongkor tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniyah, Lulu Azhari Lucky atau yang akrab disapa Ki Jalu angkat bicara. Menurutnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor seharusnya menugaskan bagian lingkungan hidup untuk turun ke lapangan (lokasi banjir-red).
“Kalau hanya drainase apa iyah sampai sedengkul dan deras,?. Cobalah baiknya Dinas terkait turun ke sana,” ketusnya.
Ki Jalu meminta kepada pemkab lebih memperhatikan keterkaitan lingkungan hidup, jangan sampai lambat bertindak.
“Belum selesainya rekontruksi pasca bencana alam banjir di Sukajaya dan Cigudeg, apa iyah bencana sejenis datang lagi. Ini dampak tidak jelasnya reklamasi pasca tambang yang seharusnya dilakukan oleh aneka tambang. Dan seterusnya disusun lagi saja,” Bebernya.
“Artinya apa yang saya khawatirkan terbukti. Reklamasi lahan pasca tambang tidak betul, dan buktinya banjir lagi,” Pungkasnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan tanggapannya. (Red)
Editor : Endi






