Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Sosok Jenderal Soedirman Hidupkan Semangat Perjuangan di Kirab Merah Putih FMP 2026

×

Sosok Jenderal Soedirman Hidupkan Semangat Perjuangan di Kirab Merah Putih FMP 2026

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Di bawah langit Kota Bogor, Minggu pagi, 9 Agustus 2026, kawasan Tugu Kujang berubah menjadi lautan merah putih. Ribuan warga bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor berkumpul sejak pagi untuk mengikuti Kirab Merah Putih dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera yang berlangsung khidmat di kawasan Tugu Kujang. Setelah itu, kemeriahan kirab mulai terasa ketika bendera Merah Putih raksasa sepanjang 500 meter dibentangkan dan diarak menuju Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) di Jalan Jenderal Sudirman.

Bendera raksasa tersebut terbagi dalam lima bagian, masing-masing sepanjang 100 meter. Lima bagian bendera itu dibawa secara bergotong royong oleh masyarakat dan berbagai unsur peserta kirab.

Pemandangan tersebut tidak hanya menjadi atraksi yang menarik perhatian warga, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Kota Bogor di tengah keberagaman.

Namun, ada satu momen yang paling mencuri perhatian sepanjang jalannya kirab. Sosok yang menyerupai Panglima Besar Jenderal Soedirman hadir di tengah parade dengan mengenakan pakaian khas sang pahlawan, lengkap dengan sarung, blangkon, dan mantel panjang.

Sosok tersebut kemudian diarak menggunakan tandu oleh sejumlah pengawal. Kehadirannya seolah membawa kembali ingatan masyarakat pada perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Suasana haru pun dirasakan sejumlah warga yang menyaksikan langsung kirab dari sepanjang jalur yang dilalui peserta.

Salah satunya Saeful (42), warga Tajur, yang datang bersama keluarganya sejak pukul 06.00 WIB. Ia mengaku terharu ketika melihat sosok Jenderal Soedirman di atas tandu melintas di hadapannya.

“Jujur, saya sampai merinding dan meneteskan air mata. Melihat sosok Jenderal Soedirman di atas tandu seperti membawa kita kembali ke masa perang gerilya,” kata Saeful.

Menurutnya, perjuangan Jenderal Soedirman menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk terus menjaga persatuan bangsa.

“Beliau dalam kondisi sakit saja tetap berjuang memimpin negeri ini. Kharismanya terasa sekali, membuat kita yang hidup di zaman enak ini malu kalau tidak mau menjaga persatuan,” ujarnya.

Kehadiran sosok Jenderal Soedirman dalam Kirab Merah Putih menjadi salah satu bagian yang memperkuat nuansa historis dalam pelaksanaan FMP ke-11. Pesan perjuangan dikemas melalui pertunjukan yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Kirab Merah Putih pun tidak hanya menjadi agenda seremonial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong.

Melalui keterlibatan pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat, Festival Merah Putih di Kota Bogor menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat dirawat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Kirab Merah Putih FMP ke-11 akhirnya bukan sekadar parade bendera. Di balik panjangnya bentangan Sang Saka dan langkah ribuan peserta, terselip pesan bahwa semangat perjuangan para pendahulu bangsa tetap relevan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *