Kota Bogor, BogorUpdate.com
Kecamatan Bogor Tengah menggandeng PT.Mayora untuk mewujudkan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Malabar yang telah dinanti-nanti warga sejak lama. Banhak rencana tersebut telah mendapat dukungan dari DPRD dan disepakati paguyuban PKL.
Untuk progresnya, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid telah melakukan pertemuan dan menggiring pihak Mayora untuk mengecek lokasi penataan di Taman Tuyul, Kelurahan Tegal Lega.
Diakui Wahid untuk pendanaan sepenuhnya ditanggung PT.Mayora dengan menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR). Dan nanti pihaknya hanya menerima setelah pembangunan jadi.
“Tadi kami sudah melakukan pertemuan dengan Mayora dan cek lokasi, dia siap memberikan CSR untuk membangun sentra kuliner untuk 100 PKL,” kata Wahid, Selasa (29/9/20).
Konsep penataannya, pihak Mayora akan membuat boot atau stand dagangan, tapi tidak mengilangkan fungsi tamannya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Untuk namanya, mau diajukan ke balaikota supaya di ganti menjadi sentra kuliner Jalan Malabar. Dan konsepnya akan bersinergi, tapi dia (mayora-red) harus bikin dulu desainnya seperti apa. Jadi dia yang bangun, nanti setelah selesai baru diserahkan ke Pemkot Bogor,” ungkapnya.
Sementara untuk pengelolaanya lanjut mantan Camat Bogor Timur itu. Karena penataan tersebut bersipat pemberdayaan maka kedepan mungkin akan dikelola koperasi dibawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Malabar Bersatu Glen mengatakan, pihaknya telah siap direlokasi ke Taman Tuyul untuk sementara yang nantinya akan ditata menjadi sentra kuliner.
Menurut dia, dengan dibangun sentra kuliner, tentunya menguntungkan karena akan ramai, dalam prosesnya pedagang harus mengosongkan terlebih dahulu lahan yang kini diguanakan berjualan yakni dari SDN Malabar hingga SDN Baranangsiang.
“Alhamdllulilah kami berterima kasih ke pemerintah, karena dalam konsep penataan ini kami dimanusiakan, maka dari itu kami sudah sepakat dan mendukung,” ungkap Glen, Selasa (22/9/20).
Diakui dia, setelah duduk bareng dan denga Camat, Lurah dan LPM, maka ditemukanlah solusi. “Kita ikuti keinginan pemerintah dan pemerintah juga mengakomodir keinginan kita. Dan nanti kita bantu dalam penertiban ini,” ungkapnya.
Ditempat berbeda Wakil Ketua Komisi II Rizal Utami mengaku, pihalnya telah mengundang, Camat, Lurah dan Satpol PP untuk diminta penjelasan. Lalu meninjau ke lokasi.
Sebelumnya kata dia, Camat memberitahukan bahwa telah menyediakan tempat relokasi seluas 8.500 meter. Dan pihaknya berprinsip dalam relokasi tidak ada penggusuran, maka harus di sediakan tempat dulu baru relokasi.
“Ya jelas, tadi kami bicara dengan ketua paguyuban pedagang, mereka siap pindah. Dan ketua LPM juga menerangkan bahwa pedagang siap direlokasi,” jelasnya.
Pada intinya kata dia, pihaknya mendukung penataan tersebut sepanjang sudah disiapkan tempat relokasi. “Ini baik untuk penataan kota supaya tidak banjir, apalagi dibawah perumahan warga, jadi kami sangat mendukung,” tuturnya.
Bahkan tambah RU sapaan akrabnya Politisi PPP itu, saat melakukan peninjauan, kepala sekolah sangat berterina kasih atas rencanaan penataan tersebut, karena pihak sekolah telah menantikan sejak bertahun-tahun.
(As/bing)






