Scroll untuk baca artikel
Bogor Raya

Yantie Rachim Apresiasi PHRI Kota Bogor Gelar Ruang Riung Lestarikan Seni dan Budaya

×

Yantie Rachim Apresiasi PHRI Kota Bogor Gelar Ruang Riung Lestarikan Seni dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Yantie Rachim Ketua PKK Kota Bogor berfoto bersama para penari yang tampil di acara Ruang Riung yang digelar PHRI Kota Bogor di alun-alun Kota Bogor. Abizar | BogorUpdate

BogorUpdate.com, Bogor – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor menggelar Ruang Riung di Alun-alun Kota Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu malam 16 Mei 2026.

 

Kegiatan yang didalamnya menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan Jawa Barat itu berlangsung meriah. Bahkan, Istri Wali Kota Bogor Yantie Rachim ikut berbaur dengan para pelaku kesenian.

 

Selain itu, warga maupun wisatawan dari berbagai daerah juga turut menyaksikan penampilan kesenian khas Jawa Barat tersebut.

 

Yantie Rachim mengaku senang dan juga mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Ketua PHRI Kota Bogor tersebut. Sebab, melalui kegiatan Ruang Riung yang didalamnya terdapat kesenian dan kebudayaan ini menjadi salah satu upaya didalam melestarikan identitas Jawa Barat.

 

“Ini selaras dengan programnya Pak Gubernur dan juga Pak Wali Kota yaitu melestarikan kesenian dan kebudayaan Jawa Barat. Jadi, dengan adanya kegiatan seperti ini kita sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya Gen-Z agar kesenian yang kita miliki ini tidak lekang oleh waktu,” kata Yanthi kepada wartawan di lokasi.

 

Rencananya kegiatan ruang riung akan dilaksanakan dua minggu sekali. Tujuannya, agar Alun-alun selalu ramai dan masyarakat yang datang ke sini bukan cuma menikmati tamannya saja tetapi juga ada hiburan yang tentunya hiburan yang disajikan dapat mengedukasi masyarakat.

 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi sanggar-sanggar kesenian yang ada di Kota Bogor untuk berekspresi, memperkenalkan kepada masyarakat secara luas, sehingga eksistensinya dapat diketahui yang nantinya mungkin berimbas pada ketertarikan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sanggar.

 

“Sanggar kesenian di Kota Bogor ini banyak ya, ada sekitar 28 sanggar. Nah, kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk menampilkan hasil karyanya. Siapa tahu dengan ditampilkannya kesenian yang mereka punya itu bisa menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sanggar mereka. Ini kan menjadi nilai plus juga,” ucap Yantie.

 

Di tempat yang sama, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengungkapkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini berawal dari melihatnya destinasi di Kota Bogor yang menurutnya terbatas.

 

“Kota Bogor ini kan enggak ada distinasi ya, kemudian kita diskusi dengan bu wali kota, dan beliau ternyata punya atensi terhadap seni dan budaya, dimana keinginannya tentang bagaimana anak-anak dan remaja di Kota Bogor ini bisa menampilkan kreasinya di depan masyarakat, sehingga kita putuskan untuk menggelar Ruang Riung dan bu wali hadir langsung bersama kami di acara ini,” kata Yuno.

 

Selain sambutan hangat dari istri walikota, kegiatan ini juga kata Yuno, disambut baik oleh masyarakat dan hal tersebut dapat terlihat dengan banyaknya masyarakat yang datang ke sini untuk menyaksikan seni dan budaya.

 

“Kami melihatnya dan juga berharap dengan Ruang Riung yang kita selenggarakan ini menjadi destinasi baru di Kota Bogor,” ujarnya.

 

Yuno juga mengaku, masih banyak yang harus evaluasi, dan kedepan pihaknya akan terus meningkatkan lagi dari segi kualitasnya. Tujuannya, supaya pengunjung yang menginap di hotel itu bisa datang ke sini untuk liburan sambil menikmati hiburan seni dan budaya yang ada di alun-alun ini.

 

“Para pengunjung hotel ini membutuhkan yang namanya destinasi, kemudian juga hiburan, jadi kami di PHRI akan menginformasikan ini kepada tamu-tamu yang menginap di hotel bahwa di Kota Bogor ada ruang publik, ruang terbuka yang didalamnya menyajikan hiburan seni dan budaya, sehingga para pengunjung ini dapat terhibur selama liburan di Kota Bogor,” jelasnya.

 

Lanjut Yuno, kedepan mungkin bukan cuma seni tari khas Jawa Barat saja, tetapi juga penampilan kesenian dari nusantara lainnya, supaya dalam sajiannya lebih berwarna, dan pengunjung pun bisa lebih banyak lagi datang ke sini.

 

“Ya, nanti kita kemas lagi, dan kita juga akan menempatkan spot-spot khusus bagi pengunjung yang nginap di hotel, jadi supaya lebih tertata dan lebih banyak pengunjung,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *