Edi Wijaya Terpilih Sebagai Ketua DPW Aspedi Jabar 1. (Foto: Abizar)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Edi Wijaya resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) Jawa Barat (Jabar) 1 melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis. Dalam kepemimpinannya, Edi berkomitmen membawa Aspedi menjadi organisasi yang lebih solid, profesional, dan kreatif.
“Pemilihan ini dilakukan secara musyawarah. Ke depan harapan kami, Aspedi bisa lebih maju lagi, lebih kompak dan solid, sehingga menjadi asosiasi pengusaha dekorasi yang profesional, inovatif, dan kreatif,” ujar Edi Wijaya usai terpilih.
Aspedi Jabar 1 saat ini menaungi tujuh DPC yang tersebar di Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur, Bekasi, Karawang, dan Depok, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 145 orang.
Sebagai langkah awal pasca pelantikan, Edi menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada silaturahmi dan penguatan kembali DPC-DPC yang keanggotaannya menurun, sekaligus melakukan rekrutmen anggota baru agar asosiasi semakin berkembang.
“Rencana terdekat kami akan melakukan silaturahmi ke DPC-DPC. Kami ingin DPC yang sempat kurang aktif bisa bangkit kembali. Selain itu, kami juga akan fokus menambah anggota agar jumlahnya semakin banyak,” jelasnya.
Selain memperluas keanggotaan, Edi menekankan bahwa bergabung dengan Aspedi memberikan banyak manfaat bagi pelaku usaha dekorasi, terutama dalam menambah wawasan dan memperluas jejaring kerja (link).
“Keuntungannya, kita bisa mendapatkan ilmu dan wawasan dekorasi yang selalu update. Dengan bergabung di Aspedi, Insya Allah dekorasi kita tidak akan tertinggal karena selalu ada pembaruan dan peluang kolaborasi lintas daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Aspedi, Sumitro SE, MM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan pesan khusus bagi pengurus DPW Jabar 1 yang baru. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kreativitas di tengah persaingan bisnis dekorasi yang semakin ketat.
“Dulu pemainnya sedikit, sekarang semakin banyak. Kalau dulu tiga orang berebut satu piring, sekarang sepuluh orang. Jadi kita harus bisa bersaing dan bersinergi,” tegas Sumitro.
Ia juga menyoroti tantangan industri dekorasi akibat menurunnya jumlah pernikahan di Indonesia. “Tahun 2014 ada sekitar 2,4 juta pasangan menikah, sementara di 2023-2024 turun jadi sekitar 1,6 juta. Ini penurunan yang signifikan dan menjadi tantangan bagi kita semua,” ungkapnya.
Meski begitu, Sumitro optimistis bahwa pelaku dekorasi masih memiliki peluang besar dengan memperluas pasar.
“Dekorasi tidak hanya untuk pernikahan. Masih ada acara korporat, seremonial, hingga event kenegaraan seperti di istana negara. Jadi pasar kita sebenarnya luas,” katanya.
Dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Edi Wijaya, Aspedi Jabar 1 diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pengusaha dekorasi untuk terus berinovasi, memperkuat jaringan, dan menjaga profesionalisme dalam industri kreatif Indonesia. (Abizar)
