Cibinong, BogorUpdate.com – Pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) sempat diwarnai insiden menegangkan.
Seorang anak bernama Bima terjatuh dan masuk ke dalam gorong-gorong saat rombongan peserta melintas di depan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diikuti seluruh perangkat daerah, Kecamatan Cibinong, dan 13 kelurahan se-Kecamatan Cibinong tersebut awalnya berjalan lancar. Namun suasana mendadak panik ketika seorang ibu berteriak meminta pertolongan karena anaknya masuk ke dalam gorong-gorong.
Warga dan peserta pawai langsung berupaya membantu mencari korban. Dalam situasi tersebut, ASN Kelurahan Cirimekar, Ujang Baehaqi, berinisiatif masuk melalui akses pintu air yang menuju Setu Kebantenan untuk menyusuri gorong-gorong tempat korban terbawa arus.
Meski kondisi di dalam gorong-gorong gelap dan minim oksigen, Ujang tetap berusaha mencari korban sambil memanggil namanya. Setelah beberapa saat, ia berhasil menemukan Bima yang masih berada di dalam saluran tersebut.
“Saat saya panggil, anak itu menjawab, ‘Pak tolong, Pak’. Alhamdulillah saya bisa menjangkaunya dan langsung berusaha membawanya keluar,” ujar Ujang Baehaqi.
Berkat keberanian dan kesigapannya, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan segera mendapatkan pertolongan dari warga serta petugas yang berada di lokasi.
Aksi heroik Ujang mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Saya sangat mengapresiasi tindakan Pak Ujang yang dengan penuh keberanian dan kepedulian mempertaruhkan keselamatannya untuk menyelamatkan seorang anak. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu hadir membantu sesama,” ujar Rudy Susmanto.
Menanggapi apresiasi tersebut, Ujang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Bogor dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Saya hanya menjalankan apa yang harus saya lakukan sebagai sesama manusia. Terima kasih kepada Bapak Bupati atas apresiasi dan perhatiannya,” kata Ujang.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kepedulian, dan keberanian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, sehingga musibah yang berpotensi fatal dapat dihindari.












