Bogor RayaHome

Kemenag Kota Bogor Gelar Pembinaan Bagi 60 Orang Penyuluh Agama

KOTA BOGOR – Sebanyak 50 Penyuluh Agama Islam yang berstatus Non ASN dan Penyuluh berstatus ASN di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor mengikuti pembinaan, di Aula Kantor Kemenag Kota Bogor, Jalan Dr. Sumeru No.25, Kelurahan Kebun Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (19/02/2019).

 

Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor H. Ansurullah, SH., MM yang diwakili Kasubbag TU H. Dede Supriatna S.Ag., M.Pd.I mengatakan, eksistensi dan pengakuan dengan Surat Keputusan (SK) diharapkan terjalin idhofah (kesatuan) menjadi ujung tombak dan kepanjangan tupoksi layanan.

 

“Membentuk kerukunan antar umat dan akses pelayanan agama, mutu agama dan keagamaan serta penciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa,” ujarnya kepada BogorUpdate. Com

 

Ia menerangkan, para Penyuluh perlu ditingkatkan di wilayah masing-masing sangat berperan. Ustad dan ustajah menjadi penyambung lisan dakwah dan menyampaikan titah rosul serta delapan tugas sesuai tupoksi diantaranya, wakaf, zakar, buta aksara agama, kerukunan, dan sosialisasi product halal.

 

Penyuluh dengan dasar SK, tentu itu modal kerja dimana tantangan kedepan menjawab masalah moderasi agama dan bukan menjadi konflik tapi kedamaian dan ketentraman bermasyarakat.

“Jangan konservatif dan liberal tapi ditengah dan netral disaat ini. Surat rekomandasi dari Kanwil Kemenag Jabar menekankan agar tetap berada penyuluh yang NKRI dan Lancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945,” ungkapnya.

 

Menurutnya, honorarium yang diberikan saat ini sebesar Rp 1 juta yang sebelumnya hanya sebesar Rp. 500 ribu.

 

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Ade Sarmili, S.Ag, selaku nara sumber internal mengulas peta masalah dan dakwah Kota Bogor.

 

“Evaluasi kegiatan yang telah dilakukan baik formal maupun non formal itu sangat dibutuhkan termasuk acara seperti saat ini,” imbuhnya.

 

Selain itu, melihat perjalanan pengalaman sebelum menjabat dimulai tahun 1993, Ia diangkat menjadi ASN dimulai dari penyuluh.

 

“Jaman kekinian harus disikapi para penyuluh kedepan dengan kecangihan teknologi dengan sistem digital yang akan berpengaruh pada masyarakat. Contohnya di Malaysia sudah menerapkan Four poin Zero (4.0) dimana tingkat silaturahmi jarang dan tentu akan menjadi tantangan kedepan, era ini serba teknologi. (Agus)

 

Editor : Refer

 

Exit mobile version