Scroll untuk baca artikel
Home

Santri Apresiasi MQK Kabupaten Bogor sebagai Wadah Penguatan Ilmu Kitab Kuning

×

Santri Apresiasi MQK Kabupaten Bogor sebagai Wadah Penguatan Ilmu Kitab Kuning

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com – Pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari para santri. Ajang ini dinilai menjadi wadah strategis untuk mengaktualisasikan ilmu kitab kuning yang selama ini dipelajari di lingkungan pesantren.

MQK ke-2 tingkat Kabupaten Bogor diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor serta pondok pesantren, yang berlangsung di Pondok Pesantren Fajrussalam, Babakan Madang, pada 13–15 April 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 997 peserta dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan MQK sebagai ruang untuk memotivasi serta meningkatkan kemampuan dan semangat belajar para santri dalam mengkaji dan mendalami ilmu agama Islam melalui kitab kuning.

Para santri berharap MQK dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan kemampuan, perluasan pengalaman, serta penguatan eksistensi keilmuan pesantren di tengah masyarakat.

Salah satu peserta, Annisa Nurinayah Maulida, santri dari Muhammadiyah Boarding School Ki Bagus Hadikusumo, Jampang, Kecamatan Kemang, mengaku keikutsertaannya dalam MQK menjadi pengalaman berharga. Ia mengikuti lomba untuk mengembangkan diri, menambah ilmu, serta memperluas jaringan pertemanan antar santri.

“Ini bukan sekadar soal bisa atau tidak, tetapi tentang kemauan untuk belajar dan mencoba,” ujarnya.

Menurutnya, MQK memberikan kesempatan bagi santri untuk tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengimplementasikan kemampuan membaca kitab kuning dalam bentuk kompetisi.

“Melalui MQK, kemampuan santri dalam membaca kitab gundul dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas. Ini sekaligus membuktikan bahwa santri memiliki kompetensi keilmuan yang tidak semua orang miliki di luar pesantren,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya atas doa dan dukungan yang terus diberikan, serta berharap keikutsertaannya dapat menjadi kebanggaan keluarga, apa pun hasil yang diraih.

Hal senada disampaikan Abdul Hamid Faisal, yang menyebut MQK sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas takhosus. Menurutnya, persiapan lomba menjadi sarana untuk menguji mental sekaligus mengukur kemampuan dalam memahami kitab kuning.

“MQK ini menjadi ajang untuk membuktikan sejauh mana kemampuan kami, baik dari sisi bacaan maupun pemahaman,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya mempelajari kitab kuning sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam yang memiliki sanad jelas, serta tidak terlepas dari peran ulama dan guru yang mewariskan ilmu kepada para santri.

Abdul Hamid juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pesantren. Ia optimistis dukungan tersebut akan mendorong santri untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas MQK Kabupaten Bogor, KH. Lesmana, mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai kecamatan. Ia menilai MQK memiliki peran penting dalam mengasah kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning secara komprehensif.

“Ini adalah bagian dari upaya mencetak generasi ulama yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Panitia penyelenggara, Ade Sarmili, menjelaskan bahwa MQK ke-2 melombakan puluhan kitab dalam beberapa tingkatan, mulai dari ula, wustha, hingga ulya. Peserta merupakan utusan dari seluruh kecamatan dengan latar belakang pesantren yang telah terdaftar secara resmi.

“MQK diharapkan menjadi sarana mencetak kader ulama masa depan serta memperkuat pemahaman keagamaan di tengah tantangan era digital,” jelasnya.

Ia menambahkan, para juara nantinya akan dibina untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *