Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong penguatan pendidikan prasekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan partisipasi anak dalam layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor di Aula Ki Hajar Dewantara, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5-6 Oktober 2026, tersebut diikuti 200 peserta yang terdiri atas guru PAUD dan komite PAUD dari enam kecamatan di Kota Bogor.
Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pendidikan prasekolah sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait wajib belajar 13 tahun.
“Sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun,” ujar Yantie.
Menurut Yantie, penerapan pendidikan prasekolah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
Ia menyoroti pentingnya pemahaman orang tua maupun pendidik mengenai karakteristik perkembangan anak, khususnya pada usia 4-6 tahun. Menurutnya, proses belajar tidak boleh dilakukan dengan memaksakan kemampuan akademis anak.
“Sebagai orang tua kita harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” katanya.
Yantie menjelaskan, masa usia dini merupakan tahap penting dalam membangun fondasi perkembangan anak. Karena itu, anak perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya, termasuk memiliki ruang yang cukup untuk bermain.
Ia menilai pemberian beban belajar yang berlebihan pada anak usia dini justru dapat memengaruhi pengalaman belajar mereka ketika memasuki jenjang sekolah dasar.
Menurutnya, munculnya rasa bosan pada sebagian anak ketika belajar di sekolah dasar salah satunya dapat berkaitan dengan minimnya waktu bermain saat masih berada pada usia dini karena terlalu banyak diarahkan pada aktivitas akademis.
Selain stimulasi yang sesuai, Yantie juga menekankan pentingnya konsistensi antara pendidikan di sekolah dengan pola pengasuhan di rumah.
Anak, kata Yantie, merupakan peniru yang baik. Karena itu, orang tua dan guru perlu memberikan contoh nyata serta menerapkan pola yang konsisten agar anak tidak mengalami kebingungan dalam proses tumbuh kembangnya.
“Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Yantie juga berharap guru dan komite PAUD dapat menjadi penghubung informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah.
Ia mendorong seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”, sehingga semakin banyak anak di Kota Bogor memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini.
Pada hari pertama, sosialisasi diikuti peserta dari Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur. Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat.
Yantie berharap penguatan pendidikan prasekolah di Kota Bogor tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka partisipasi, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.
“Biarkan anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Sebagai orang tua terus dampingi dan berikan dukungan dengan memberikan stimulasi terbaik bagi kebutuhan anak,” pungkasnya. (Abizar)






