Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Science Day UIKA Bogor Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah hingga Inovasi Teknologi

×

Science Day UIKA Bogor Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah hingga Inovasi Teknologi

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Science Day 2026 di Eco-Technopark dan Aula UIKA Bogor, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan literasi sains sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Beragam program edukatif disajikan, mulai dari pameran teknologi ramah lingkungan, workshop pengelolaan sampah, hingga pelibatan generasi muda.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LH) Diaz Hendropriyono yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif UIKA Bogor dalam mengembangkan edukasi dan inovasi di bidang lingkungan.

Menurut Diaz, berbagai inovasi teknologi pengelolaan sampah di tingkat hilir tidak akan berjalan optimal apabila tidak dibarengi dengan pemilahan sampah sejak dari sumbernya atau tingkat komunitas.

“Teknologi atau inovasi apa pun yang kita miliki mulai dari PSEL, RDF, SDF, pirolisis, hingga recycling tidak akan berjalan tanpa adanya pemilahan yang baik di hulu. Pemilahan yang tepat tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi limbah secara signifikan,” ujar Diaz.

Diaz mencontohkan pengelolaan sampah plastik jenis PET. Menurutnya, plastik PET yang telah dicuci dan dicacah memiliki nilai jual yang dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum melalui proses tersebut.

Selain persoalan sampah, Diaz juga mengapresiasi inovasi pemrosesan gaharu yang dikembangkan UIKA Bogor. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri parfum, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak dan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Selain menyosialisasikan inovasi kampus, penekanan utama kita adalah pemilahan dari rumah. Kami juga mendorong skema regulasi tegas dari pemerintah daerah agar pemilahan di tingkat rumah tangga berjalan efektif,” kata Prof. Mujahidin.

Di sisi lain, penggagas Eco-Technopark UIKA Bogor, Budi Susetyo, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai model Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) mandiri berbasis komunitas.

Eco-Technopark ditargetkan mampu menangani seluruh persoalan sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus sehingga tidak ada limbah yang harus dibuang ke luar kawasan UIKA atau menuju konsep zero waste campus.

“Eco-Technopark bukan hanya fasilitas pengolahan, tetapi juga instalasi pendidikan. Kami mengolah limbah seperti batok kelapa menjadi cocopeat bernilai jual, serta mengolah gaharu hasil kerja sama dengan petani Belitung menjadi produk berstandar ekspor,” terang Budi.

Menurut Budi, aspek edukasi juga menjadi bagian penting dari keberadaan Eco-Technopark. UIKA melibatkan pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk memperkuat literasi pengelolaan sampah berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sejak dini.

Rangkaian Science Day 2026 UIKA Bogor kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas, workshop teknis, serta Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas di berbagai daerah. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *