Gunung Putri, BogorUpdate.com – Pemerintah Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja (DU-RKP) Tahun 2028.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Wanaherang, Selasa (30/9/2026), dihadiri Kasipem Kecamatan Gunung Putri Surya Ahmad Maulani, Kepala Desa Wanaherang Heri Sudewo, BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, RT/RW, kepala dusun, kepala sekolah serta unsur masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kasipem Kecamatan Gunung Putri Surya Ahmad Maulani mengingatkan pemerintah desa agar tidak hanya mengandalkan sumber anggaran dari APBDes dalam merealisasikan berbagai program pembangunan.
Menurutnya, berbagai peluang pendanaan dan dukungan dari pihak lain perlu dimanfaatkan, termasuk kolaborasi dengan lembaga sosial maupun pihak swasta.
“Jangan hanya fokus kepada APBDes. Sumber pendanaan bisa kita manfaatkan dari berbagai pihak. Kalau ada program yang belum bisa direalisasikan pemerintah karena keterbatasan anggaran, kita bisa mencari alternatif melalui kolaborasi,” ujar Surya.
Ia juga mendorong pemerintah desa memanfaatkan keberadaan Habitat untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun fasilitas pendidikan dan kesehatan melalui dukungan berbasis kegiatan.
Selain itu, Surya memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wanaherang. Ia menyebut BUMDes setempat telah menunjukkan perkembangan melalui usaha peternakan ikan lele dan bahkan produknya telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ini menjadi salah satu prestasi BUMDes Wanaherang karena sudah bisa masuk ke dapur SPPG. Ke depan, kami berharap BUMDes bisa terus berkembang dan menambah jenis usaha baru,” katanya.
Surya mendorong pemerintah desa agar tidak hanya menjalankan usaha BUMDes yang berkaitan dengan program ketahanan pangan, tetapi mulai menggali potensi lain yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Menurutnya, Desa Wanaherang masih memiliki potensi lahan yang dapat dimanfaatkan, termasuk tanah kas desa, untuk mengembangkan usaha produktif seperti hortikultura, buah-buahan, hidroponik maupun sektor peternakan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
“Banyak potensi yang bisa digali di Desa Wanaherang. Ketersediaan lahan juga masih ada. Kami berharap pemerintah desa mendorong BUMDes menambah jenis usaha baru agar nantinya bisa menghasilkan PAD yang kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Surya juga mengingatkan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan, termasuk peningkatan kapasitas pengurus BUMDes dan lembaga kemasyarakatan.
Ia menegaskan, RT, RW dan lembaga masyarakat bukan hanya memiliki peran administratif, tetapi juga harus aktif dalam proses perencanaan pembangunan dengan menyampaikan kebutuhan masyarakat melalui Musrenbangdes.
“Kalau tidak diusulkan, pemerintah desa tidak akan tahu apa yang dibutuhkan masyarakat. Mari sama-sama bercermin dan memperbaiki apa yang masih kurang, mempertahankan yang sudah baik, serta meningkatkan yang masih perlu ditingkatkan,” pungkasnya. (Gus)






