Sukajaya, BogorUpdate.com
Sejumlah warga menyoroti proyek rehabilitasi pembangunan gedung Sekolah Dasar Negri (SDN) Cipeundeuy 02 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di wilayah Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, terlihat asal jadi.
Pasalnya diketahui warga pembangunan gedung SDN 02 Cipeundeuy yang dikerjakan oleh CV Haskar Persada diduga dikerjakan kontraktor terkesan asal jadi dan dan tidak sesuai dengan perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Asep Kurnia warga sekitar mengeluhkan, adanya beberapa item yang dinilai asal – asalan pembangunan rehabilitasi tiga Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Cipendeuy 02 itu.
“Saya belum tahu pasti apakah pekerjaan nya itu di subkon ke orang lain oleh CV Haskar Persada. Yang jelas seharusnya ada beberapa item material bangunan yang harus di ganti, namun tidak diganti oleh pemborongnya,” ungkap Askur, sapaan akrab Asep Kurnia itu kepada wartawan, Senin (23/08/21).
Askur menjelaskan, Ia melihat adanya kondisi bangunanan tersebut masih menggunakan keramik dan kusen yang lama, jadi seperti tambal sulam karna tidak diganti dengan material yang baru.
“Bangunan nya seperti tambal sulam, ada beberapa material tidak diganti dengan yang baru, dan masih menggunakan material bekas dipasang kembali oleh pemborong,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kata Askur menuturkan, bahwa kami menduga Kontruksi penyanggah tidak sesuai dengan rencana dalam gambar bangunan yang telah ditentukan, ini menuai polemik dari masyarakat, karna hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran baik dari pihak sekolah maupun warga.
Padahal proyek senilai ratusan juta itu akan digunakan untuk proses belajar mengajar para siswa, kami merasa khawatir dengan buruk dan rendah nya kualitas kontruksi bangunan yang dikerjakan oleh kontraktor.
“Pekerjaan pembangunannya tidak sesuai dengan semestinya. Item material yang digunakan dianggapnya kurang sesuai dengan perencanaan RAB,” terangnya.
Terpisah Kepala Desa Kiarasari Ahyar Suryadi mengatakan, dirinya meminta kepada kontraktor untuk memperhatikan kualitas pekerjaannya, jangan asal – asalan. Karna gedung sekolah ini akan digunakan oleh siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, sehingga kualitas bangunnya harus maksimal.
Tidak hanya itu, menurut Ahyar, yang terpenting pengawasan konsultas harus aktif dalam mengawasi proses pengerjaan yang dilakukan kontraktor. Namun kenyataan dilapangan di temukan Konsultan pengawas jarang ada dilokasi proyek untuk melakukan pengawasan.
“Konsultan pengawas nya saja tidak pernah ada dilokasi, bagaimana mau melihat adanya proses kontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan fisik sesuai gambar, kalau konsultan nya saja tak pernah ke lokasi proyek,” ujar Ahyar.
Ahyar menambahkan, ada nya konsultan pengawas ini tidak efektif, pengawasan yang dilakukan nya tidak ada manfaatnya. Konsultan pengawas harusnya selalu hadir di setiap pemasangan yang sifatnya urgen, karna prioritas kualitas bangunan harus dijaga dengan baik, sebab ini menyangkut keselamatan nyawa siswa yang sedang melakukan belajar mengajar.
“Tak jarang sering terjadi adanya informasi pemberitaan banyak nya atap dan bangunan gedung sekolah ambruk akibat kualitas bangunan buruk, ini diakibatkan kurangnya konsultan melakukan pengawasan dengan baik,” tegasnya.
Sambung Ahyar menyampaikan, pihak Disdik juga harus ada manajemen kontrol ke lokasi untuk melihat kondisi pekerjaan yang dilakukan kontraktor, tidak harus mengandalkan konsultan pengwas yang dinilai tidak ada manfaatnya oleh masyarakat.
“Agar kualitas pembangunan nya baik dan bagus, pihak dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga harus ikut berperan dalam melakukan pengawasan internal, jangan sampai ada lagi kontraktor nakal, jika pengawasan proyek tersebut tidak dibenahi dari sekarang, usia pengunaannya dipastikan tidak akan bertahan lama,” pungkasnya.
(Agus Komeng/Bing)






