Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemkot Bogor Bidik Swasti Saba Wistara, Fokus Benahi 7 Tatanan Kota Sehat

×

Pemkot Bogor Bidik Swasti Saba Wistara, Fokus Benahi 7 Tatanan Kota Sehat

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menyusun strategi matang untuk naik kelas dalam penilaian Kota Sehat dalam penghargaan Swasti Saba tingkat nasional.

Setelah sebelumnya berhasil meraih kategori Wiwerda (Pembinaan), kini Kota Bogor menargetkan penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara (Pengembangan).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengungkapkan bahwa tantangan menuju level Wistara cukup besar karena mensyaratkan nilai rata-rata di atas 91 persen dari total 9 tatanan yang dinilai. Berdasarkan evaluasi terakhir, skor Kota Bogor berada di angka 82,5.

“Tentu kita ingin naik ke level yang lebih tinggi, yaitu Swasti Saba Wistara. Hari ini kami mengumpulkan forum komunikasi untuk mengevaluasi hasil capaian sebelumnya. Kami membahas strategi untuk meningkatkan nilai dari semua tatanan yang ada,” ujar Erna Nuraena di Balai Kota Bogor, Senin (11/5/2026).

Erna merinci, dari 9 tatanan yang ada, baru dua tatanan yang nilainya sudah menembus angka di atas 91 persen, yakni bidang Perlindungan Sosial dan Pemukiman. Sementara itu, tujuh tatanan lainnya masih menjadi “Pekerjaan Rumah” (PR) besar untuk ditingkatkan.

Ketujuh tatanan tersebut meliputi sektor pasar, pendidikan, penanganan bencana, lalu lintas, kesehatan, perkantoran, hingga sektor pariwisata.

Erna menekankan ada dua poin utama yang harus diperbaiki oleh setiap Perangkat Daerah (PD) pengampu indikator tersebut.

“PR utamanya ada dua. Pertama, capaian program. Indikator-indikator ini adalah standar layanan masing-masing Perangkat Daerah, jadi mereka harus mencapai target yang telah ditetapkan dalam Renstra,” jelasnya.

Selain capaian program di lapangan, Erna menyoroti kelemahan pada aspek administrasi yang kerap menjadi kendala dalam penilaian nasional.

“Kedua, masalah administrasi. Kadang kita sudah melakukan kegiatannya di lapangan, tetapi dokumen pendukungnya (evidence) belum lengkap atau belum sesuai standar Kementerian Kesehatan. Itu yang sekarang kita perbaiki agar data dukung langsung dikumpulkan dengan baik saat kegiatan dilakukan,” pungkasnya.

Penilaian Kota Sehat sendiri dilakukan setiap tahun ganjil. Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Pemkot Bogor optimistis dapat melengkapi 136 indikator yang dipersyaratkan untuk meraih predikat Wistara pada periode penilaian mendatang. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *