Kota Bogor, BogorUpdate.com – Kasus pembunuhan yang menimpa Anggi Aulia Arsyad (26), warga Kampung Kemang Sekolahan RT 02 RW 06, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, masih menyisakan duka dan tanda tanya bagi keluarga.
Pada Minggu siang (24/05/2026), pihak keluarga mendatangi lokasi pembuangan jasad korban di kawasan Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kedatangan keluarga dilakukan untuk melihat langsung lokasi ditemukannya jenazah Anggi yang dinilai sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi.
Paman korban sekaligus orang tua asuh Anggi, Samsudin (52), menegaskan bahwa terduga pelaku berinisial MPB bukanlah pacar korban, melainkan hanya teman sekolah yang baru kembali berkomunikasi beberapa minggu terakhir.
“Kami ingin meluruskan informasi yang beredar. Pelaku ini bukan pacarnya. Saya ulangi lagi, bukan pacarnya. Dia hanya teman sekolah dan baru bertemu lagi beberapa minggu terakhir,” tegas Samsudin kepada wartawan.
Samsudin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota yang dinilai bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.
“Saya salut. Awalnya korban tidak memiliki identitas, tetapi hanya melalui sidik jari polisi bisa mengungkap identitas korban sekaligus mengejar pelakunya,” ungkapnya.
Menurut Samsudin, sebelum kejadian korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi ngopi bersama temannya. Saat itu Anggi baru pulang bekerja dari sebuah kantor hukum di kawasan Sawangan, Depok.
“Dia pulang kerja sekitar jam delapan malam, lalu ganti baju dan pamit mau ketemu teman untuk ngopi. Itu memang hal yang biasa dilakukan,” katanya.
Namun, keluarga meyakini motif pembunuhan tersebut merupakan aksi kriminal perampasan harta benda. Samsudin menduga pelaku iri terhadap pencapaian korban yang kerap membagikan aktivitas dan keberhasilannya di media sosial.
“Almarhum sering memperlihatkan rezekinya di status maupun Instagram. Mungkin ada yang berpikir korban bisa dimanfaatkan. Saya yakin ini murni perampokan dan pelaku bukan pacarnya,” lanjutnya.
Anggi Dikenal Sebagai Sosok Pekerja Keras
Di mata keluarga, Anggi dikenal sebagai sosok perempuan baik, penurut, dan pekerja keras. Sejak kecil, ia diasuh Samsudin setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
“Anggi ini anak saudara saya. Ibunya sudah meninggal, bapaknya juga sudah meninggal. Dari kecil saya bawa dari Makassar dan saya sekolahkan di Bogor,” tutur Samsudin.
Ia menjelaskan, Anggi tumbuh menjadi pribadi mandiri. Setelah lulus SMA, korban bekerja sambil melanjutkan pendidikan hingga berhasil menyelesaikan kuliah sarjana.
“Dari SD sampai SMA dia rajin. Setelah lulus SMA dia kerja sambil kuliah sampai selesai sarjana,” ujarnya.
Tak hanya mandiri, Anggi juga dikenal peduli terhadap keluarga. Setelah memiliki pekerjaan tetap, korban rutin membantu kebutuhan adik-adiknya.
“Alhamdulillah dengan didikan keras dia jadi mandiri. Dia pekerja keras dan ingin mengubah hidupnya. Kehidupan kami dulu sederhana di Makassar, dan alhamdulillah dia berhasil,” tambahnya.
Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya
Atas kejadian tersebut, keluarga meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.
“Harapan saya pelaku dijerat dengan hukuman seberat-beratnya, mulai dari hukuman mati, seumur hidup, atau hukuman yang pantas bagi orang yang menghilangkan nyawa seseorang. Karena yang berhak mengambil nyawa hanyalah Allah,” tegas Samsudin.
Ia menambahkan, apabila pelaku hanya ingin mengambil harta atau kendaraan korban, seharusnya tidak perlu menghilangkan nyawa korban.
“Kalau mau mengambil harta atau kendaraan silakan, tapi jangan sampai membunuh. Berarti memang ada niat dan rencana,” pungkasnya. (Abizar)












