Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

KLH Canangkan Tobat Nasional Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon di Indonesia

×

KLH Canangkan Tobat Nasional Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mencanangkan gerakan nasional bertajuk “Tobat Nasional Ekologis” sebagai langkah nyata memulihkan kerusakan lingkungan dan lahan kritis di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, saat menghadiri kegiatan Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 di Yayasan Bambu Indonesia, Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

Menurut Jumhur, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Karena itu, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Momentum ini harus dimanfaatkan oleh semua pihak, terutama pemerintah sebagai regulator, untuk berada di garda terdepan dalam mengomandoi gerakan Pertobatan Nasional Ekologis. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk menyelamatkan bumi dan membahagiakan masyarakat,” ujar Jumhur.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, pemerintah menargetkan penanaman hingga 2 miliar pohon di seluruh Indonesia. Program ini mencakup rehabilitasi kawasan hutan, pemulihan lahan kritis, serta penataan kembali ekosistem mangrove yang mengalami kerusakan.

Data KLH menunjukkan bahwa dari sekitar 3,4 juta hektare mangrove yang dimiliki Indonesia, terdapat sekitar 700 ribu hektare yang saat ini berada dalam kondisi bermasalah dan membutuhkan rehabilitasi.

Selain pohon dan mangrove, bambu dipilih sebagai salah satu komoditas utama dalam program tersebut karena memiliki manfaat ekologis yang besar sekaligus nilai ekonomi yang tinggi.

“Indonesia masih memiliki sekitar 12,4 juta hektare lahan kritis. Karena itu, kita harus mendorong gerakan penanaman secara masif, termasuk bambu yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga tanah, air, dan lingkungan,” kata Jumhur.

Ia menegaskan bahwa KLH akan berperan sebagai orkestrator yang menyatukan berbagai kekuatan masyarakat, mulai dari komunitas lingkungan, pesantren, pemerintah daerah, hingga dukungan lembaga internasional.

“Gerakan ini harus tumbuh sesuai karakter dan kearifan lokal masing-masing daerah. Pendekatan di Bali tentu berbeda dengan di Jawa, Sumatera Utara, maupun Sulawesi Utara. Yang terpenting adalah semangat bersama untuk memulihkan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut menyatakan dukungannya terhadap gerakan penghijauan nasional tersebut. Atas inisiatif Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemkab Bogor telah membangun kawasan Kebun Bambu seluas 2,7 hektare di ruang terbuka hijau kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang hadir mewakili Bupati Bogor, mengatakan kawasan tersebut saat ini ditanami 34 spesies bambu dari berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk mendukung gerakan menanam pohon, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membangun kebun bambu seluas 2,7 hektare di kawasan Tegar Beriman. Saat ini terdapat 34 spesies bambu dan lebih dari 2.000 batang bambu yang telah tumbuh rindang di lokasi tersebut,” ujar Ajat.

Menurutnya, keberadaan kebun bambu tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan lahan kritis dan pelestarian lingkungan.

“Kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor sangat mendukung berbagai upaya pemulihan lahan kritis dan pelestarian lingkungan. Gerakan seperti ini harus terus diperkuat karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan lembaga internasional, gerakan Tobat Nasional Ekologis diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *