Nanggung, BogorUpdate.com – Beredar nya video di medsos terkait adanya pencemaran limbah kimia seperti sianida dan limbah B3 dari aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Cikaniki, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kerap memicu kekecewaan warga dan aktivis lingkungan karena penindakan hukum sering dinilai lambat atau tidak tuntas.
Pengujian laboratorium pada insiden pencemaran sebelumnya menunjukkan kandungan sianida dengan kadar rata-rata jauh di atas ambang batas normal, yang menyebabkan ribuan ikan mati mendadak.
Dugaan aktivitas pengolahan emas liar (Gentong ) di sekitar hulu dan bantaran sungai Cikaniki sering kedapatan membuang limbah beracun ke badan air sungai Cikaniki.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sudah sering kali bersama pihak terkait telah melakukan verifikasi lapangan, penelusuran, serta koordinasi penindakan, namun praktik ilegal ini berulang kali terjadi.
Namun penertiban tong-tong pengolahan emas ilegal ini sering kali bersifat sesaat tanpa penutupan permanen atau proses hukum.
Sehingga kasus pencemaran air yang berubah warna menjadi pekat dan mematikan ekosistem terus berulang dari tahun ke tahun di lokasi yang relatif sama.
Masyarakat mendesak ketegasan APH untuk tidak hanya menyasar penambang kecil, tetapi juga mengusut tuntas pihak-pihak dibalik perusakan lingkungan hidup ini yang mencemari sungai Cikaniki bertahun-tahun lamanya.
Agustus Toko susetio Java Region CSR & External Relations Sub Division Head di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor saat dikonfirmasi membenarkan adanya pencemaran limbah B3 disungai Cikaniki wilayah Kecamatan Nanggung.
“Iya Kang, kami juga ikut prihatin. Apalagi sekarang lagi musim kemarau, jadi air Sungai Cikaniki memang sangat dibutuhkan warga,” Ujar Koko kepada wartawan saat dikonfirmasi via Whatsup Kamis (30/07/2026).
Koko berharap persoalan ini bisa segera ditangani. Untuk penindakan terhadap aktivitas PETI memang menjadi kewenangan APH dan instansi terkait. Dari sisi ANTAM, kami siap mendukung dan berkoordinasi sesuai peran dan kewenangan yang kami miliki.
“Kami juga ikut prihatin dengan kondisi yang dikeluhkan masyarakat, apalagi di musim kemarau seperti sekarang ketika kebutuhan air bersih semakin tinggi, ” Katanya.
Lanjut Koko menjelaskan terkait dugaan pencemaran yang berasal dari aktivitas PETI, penanganan dan penegakan hukumnya memang menjadi kewenangan APH dan instansi pemerintah terkait.
“Dari sisi ANTAM, kami tetap berkomitmen menjaga lingkungan di area operasional kami serta siap berkoordinasi dan mendukung upaya pemerintah sesuai peran dan kewenangan yang kami miliki.” Jelasnya.
Selain itu Koko juga menambahkan, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, kami juga terus membantu penanganan dampak kekeringan melalui program pipanisasi air bersih.
“Saat ini kami sedang merealisasikan pembangunan sumur bor, serta distribusi air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Kami siap terus berkoordinasi dan mendukung upaya pemerintah sesuai peran dan kewenangan yang kami miliki.,”ungkap nya.
Terpisah kades Kalong Liud Jani Nurzaman mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat nya menggunakan sumber air Cikaniki dari kp bongas sampai kalong karees mencuci mandi dan minum ada 6 rw sekitar 1200 kk yg bergantung dengan sumber air Cikaniki.
“Saya sudah menyampaikan sebelum nya digrup Wattsup kepada pemerintah kecamatan terkait ada nya perubahan warna air sungai Cikaniki,” Terangnya.
Selanjutnya pa camat mengundang pada hari rabu 22 Juli 2026 dan semua kepala desa serta muspika untuk mengadakan rapat terbatas, membahas tentang daerah aliran sungai Cikaniki untuk segera di lakukan sosialisasi di tiap tiap desa mencegah masyarakat agar tidak buang sampah dan limbah ke aliran sungai Cikaniki.
Karena mengingat saat ini musim kemarau dengan adanya pencemaran lingkungan disungai Cikaniki pada prinsipnya kami sesuai kapasitas nya sendiri untuk melakukan pencegahan pencemaran sungai.
Jani berharap sungai Cikaniki ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat karna Cikaniki ini bagian dari alternatif MCk warga masyarakat disaat kemarau.
Saat ini kami sedang berupaya menyediakan air bersih untuk masyarakat dan dukungan dari muspika kecamatan dan BPBD kabupaten bogor
“kita sedang berkoordinasi dan akan direalisasikan untuk pembuatan sumur bor yang bekerjasama dengan PT Antam disetiap titik lokasi yang terdampak kekeringan,” Terangng Jani. (Gus)












