Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi melantik sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat fungsional baru guna memperkuat lini pelayanan publik di wilayahnya.
Kendati demikian, jumlah aparatur yang dilantik tersebut dinilai masih sangat jauh dari kata ideal untuk memenuhi kebutuhan riil kedinasan di lapangan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa total kebutuhan PNS di lingkungan Pemkot Bogor sebetulnya mencapai seribu orang lebih demi mengover seluruh pelayanan. Namun, pada agenda pelantikan yang digelar hari ini, pemkot baru bisa mengangkat sekitar 51 orang untuk mengisi posisi struktural dan fungsional keahlian khusus.
“Kehadiran para pejabat baru, khususnya di bidang kesehatan ini, ditujukan untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kota Bogor dalam melayani masyarakat. Namun, jika kita melihat dari sisi kuantitas, jumlah ini sejujurnya belum ideal dan masih jauh dari kata cukup,” ujar Dedie A. Rachim saat ditemui seusai prosesi pelantikan.
Dedie memaparkan, kekurangan personel ini merata dan terjadi hampir di semua lini krusial penegakan aturan serta pelayanan publik, mulai dari bidang perhubungan, kesehatan, pendidikan, hingga penegakan peraturan daerah (perda). Ia mencontohkan, Satpol PP Kota Bogor saat ini hanya diperkuat oleh kekuatan yang sangat minim.
“Kekurangan personel ini terjadi hampir di semua lini pelayanan. Sebagai contoh, personel Satpol PP kita saat ini hanya diperkuat oleh sekitar 200 personel saja. Bayangkan, dengan jumlah seminim itu mereka harus mengelola dan menjaga ketertiban di seluruh wilayah Kota Bogor,” jelas Dedie.
Meski menghadapi persoalan klasik keterbatasan SDM yang juga dialami oleh berbagai pemerintah daerah di Indonesia, Dedie menginstruksikan kepada jajaran pegawai yang baru dilantik untuk tidak mengeluh.
Pemkot Bogor dituntut melakukan optimalisasi kinerja secara maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Abizar)











