Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Jabar Jadi Tempat Mangkal Terbanyak PSK di Indonesia, Kabupaten Bogor Sumbang 21 Orang

×

Jabar Jadi Tempat Mangkal Terbanyak PSK di Indonesia, Kabupaten Bogor Sumbang 21 Orang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma'rup saat dimintai keterangan di kawasan Cibinong. (Erwin | Bogorupdate)

Cibinong, BogorUpdate.com – Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah peringkat pertama dengan tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK) terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat pada 2024, tercatat Provinsi Jawa Barat berada di peringkat pertama dengan jumlah 79 lokasi PSK.

Kemudian disusul Jawa Timur dengan 70 lokasi, Jawa Tengah 55 lokasi, Sumatera Utara 37 lokasi, dan Kalimantan Timur 28 lokasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup mengklaim bahwa wilayah Bumi Tegar Beriman masih aman dari penyebaran PSK meski Jawa Barat menjadi Provinsi tertinggi sebagai tempat mangkal PSK.

Musabab, lanjut dia, hanya ada 21 PSK yang tercatat di Dinsos Kabupaten Bogor pada periode 2025.

“Data yang tercatat pada 2025 ada 21 orang PSK, dan kalau yang 2026 ini sementara baru ada empat orang,” ujar Farid kepada BogorUpdate.com saat dikonfirmasi via seluler, Kamis, (9/7/2026).

Farid menyebut, PSK yang terdata di Dinsos Kabupaten Bogor merupakan hasil razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor dari tempat remang-remang.

“Kalau yang kena razia sama Satpol PP itu terdata, tapi kalau jumlah PSK keseluruhan ga ada yang bisa mendata karena ga mungkin ada yang mengaku PSK,” katanya.

Adapun, kata Farid, para PSK yang dilimpahkan ke Dinsos Kabupaten Bogor itu dilakukan rehabilitasi ke tempat rehab kawasan Sukabumi sekitar 3-4 bulan.

“Begitu dirazia langsung diasesmen. Jadi, yang dipastikan PSK baru kita yang menangani,” ungkapnya.

Untuk menekan jumlah PSK yang kian menjamur di Kabupaten Bogor, Farid meminta masyarakat, khususnya wanita untuk tidak mudah masuk ke dunia malam tersebut.

“Langkah kita preventif, kita minta dukungan dari masyarakat untuk secara moral mengantisipasi jangan sampai PSK itu terus eksis meskipun tingkat kesulitannya tinggi,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *