Jakarta, BogorUpdate.com – PT Grit Prospera Nusantara (Grit Prospera) membuka program kerja sama jangka panjang bagi pengembang perumahan di Pulau Jawa mulai Oktober 2026.
Melalui program ini, Grit Prospera menghadirkan Gerbang Cendekia (GC) Kids Center sebagai fasilitas sosial (fasos) pendidikan anak di dalam cluster hunian, dengan target pembangunan hingga 50 titik sampai akhir 2027.
Program ini diluncurkan setelah dua lokasi perdana GC Kids Center di Kota Bogor menunjukkan hasil positif sejak mulai beroperasi pada Mei 2026.
“Kami melihat kebutuhan pendidikan anak di kawasan hunian itu nyata, bukan asumsi. Respons dari dua lokasi awal di Bogor menjadi bukti bahwa model ini relevan dan dibutuhkan,” ujar Achmad Syaiful Syaelendra, Principal PT Grit Prospera Nusantara.
Kewajiban penyediaan fasilitas sosial di kawasan perumahan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam regulasi tersebut, pengembang diwajibkan menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) untuk mendukung kehidupan sosial, termasuk sarana pendidikan.
Namun dalam implementasinya, sarana pendidikan kerap belum menjadi prioritas utama dibandingkan fasilitas lain seperti jalan dan drainase. Hal ini sejalan dengan masih rendahnya tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD nasional baru mencapai 36,36 persen. Artinya, masih banyak anak usia dini yang belum mengakses layanan pendidikan.
“Selama ini, fasos pendidikan sering hanya dipenuhi sebagai formalitas. Akibatnya, tidak semua fasilitas benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” lanjut Achmad.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong peningkatan akses pendidikan. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5-6 tahun di wilayah intervensi meningkat dari 74,15 persen pada 2024 menjadi 88,38 persen pada 2025. Meski demikian, pertumbuhan kawasan hunian baru belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendidikan anak yang memadai.
Melihat kondisi tersebut, Grit Prospera menghadirkan GC Kids Center sebagai model sarana pendidikan anak usia 3 hingga 12 tahun yang siap dijalankan. Program ini tidak hanya berupa konsep, tetapi telah diuji melalui dua lokasi awal di Kota Bogor, yakni di Tanah Sareal dan Bantarjati.
GC Kids Center di Cluster Grand Alifia mulai beroperasi pada 2 Mei 2026, disusul GC Family Center di Villa Citra Bantarjati pada 27 Juni 2026. Dalam tiga bulan pertama, kedua lokasi tersebut mencatat tingkat konversi dari sesi trial ke pendaftaran di atas rata-rata industri pendidikan nonformal.
“Dengan kurikulum yang terstandarisasi dan rasio pendampingan yang ketat, kami menjaga kualitas pembelajaran tetap konsisten di setiap lokasi,” jelasnya.
Program pembelajaran mencakup calistung dan fun English untuk usia 3-6 tahun, serta matematika SD, English Explorer, dan program inklusi untuk usia 7-12 tahun, dengan rasio maksimal 1 tutor untuk 4 hingga 6 siswa.
Program kerja sama ini terbuka bagi pengembang perumahan di seluruh Pulau Jawa. Prosesnya dimulai dari pengajuan minat, verifikasi wilayah, hingga peninjauan kesesuaian lokasi.
“Kami tidak hanya menawarkan konsep, tetapi solusi yang siap dijalankan. Pengembang bisa langsung menghadirkan fasos pendidikan yang fungsional tanpa harus membangun dari nol,” tutup Achmad.
Setiap lokasi nantinya akan didukung oleh ekosistem Grit Prospera Group, mulai dari kurikulum, pelatihan tutor, materi ajar, hingga pendampingan operasional.
Pengembang yang berminat dapat menghubungi tim Business Development Grit Prospera Nusantara untuk informasi lebih lanjut terkait kerja sama ini.






