Bogor RayaHomeHukum & Kriminal

Apes… Dua Orang Debcolektor Di Cileungsi Kena Pukul Orang Tak Dikenal

Cileungsi – Bogor Update

Dengan penuh luka lebam di wajah, Thomas Mattruty (39) bersama sang adik Richard (25) yang dikira Debcolektor oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka membuat laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Transyogi, Senin (16/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi, kemarin (16/1/18).

Thomas (38) mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama adik dan kerabatnya, Antonius (40), melihat sekelompok orang sedang berkumpul di pinggir jalan. Karena penasaran dirinya mencoba menghampiri untuk mengetahui ada kejadian apa. Namun nasib buruk malah menimpanya. Sekelompok orang tersebut langsung mengeroyoknya beserta adik dan kerabatnya. “Kami langsung dituduh ambon dan dikeroyok oleh sekitar 20 orang tanpa kami tahu apa permasalahannya,” katanya kepada bogorupdate.com, usai membuat laporan kepolisian (LP) di Polsek Cileungsi.

Ia mengaku, benda tumpul banyak mengenai wajah dan tubuhnya, seperti helm, balok kayu dan juga batu. Bahkan dirinya berpisah dengan adik dan kerabatnya. “Setelah beberapa lama dikeroyok akhirnya saya bisa kabur dan meninggalkan motor serta adik dan kerabat saya, ternyata mereka juga sudah lolos dari amukkan,” tuturnya.

Ia berharap pihak Polsek Cileungsi bisa segera mengusut tuntas atas kejadian tersebut. Sebab dirinya merasa dirugikan akibat kearogansian sekelompok massa tersebut. “Kedepan saya harap tidak ada lagi korban seperti saya yang tidak tahu menahu masalah tetapi malah menjadi korban amukkan,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, sudah membuatkan LP. Sehingga akan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi dan mengarahkan korban untuk melakukan visum di rumah sakit. “Olah TKP akan kita lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, mudah-mudahan kejadian main hakim sendiri tidak sampai terulang lagi,” pungkasnya. (Sep)

Editor: Endi

Exit mobile version