Gunung Putri, BogorUdpate.com
Dalam rangka menyambut Hut RI ke 76, Majjama group dan Choreh Chox’s group melaksanakan gerakan peduli Petani dalam program bantuan pinjaman pupuk kepada petani dengan sistim pembayaran setelah panen (Persenen). Soft Launching dilaksanakan pada hari ini Sabtu (07/08/21) bertempat di Rumah Rakyat Bogor (RRB) jalan raya Ciangsana No 99 Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor.
Mendasar dari rasa prihatin terhadap kondisi bangsa di Era Pandemi lebih kurang dua tahun terakhir ini seorang salah seorang putra bangsa kelahiran Bogor tepatnya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yaitu Udin Saputra, S.H., seorang pengusaha sukses, Pengacara sekaligus Kepala Desa, membuat gebrakan yakni Gerakan Bogor Membangun.
“Karena kalau kita bicara membangun Bangsa itu sangat luas pengertiannya, makanya saya melihat bahwa yang paling mendesak untuk kita “bangun” saat ini adalah sektor kesehatan, hukum (kesadaran hukum), kepedulian sosial dan lain lain,” kata Udin kepada wartawan.
Oleh karena itu Udin Saputra dalam merealisasikan ide atau gagasan ini mengajak dan menggandeng para rekan rekan koleganya sesama Avokat/pengacara, juga sesama Pengusaha dan jaringan jaringan Ormas dan tokoh masyarakat lainya seperti menggandeng Daeng Haji Lukman Mahmud yang juga seorang pengusaha pupuk, Eka Agusta, S.H. seorang pengacara juga praktisi sosial, Deyske Natalia Londah SH seorang praktisi hukum dan sosial, ibu Widya Momen, Pak Candra Momen dan didukung oleh dirut momen dan lain lain.
“Saya hanya menyimpan idenya dikepala, langsung bertindak dengan mengacu kepada petuah Aa Gym yang di sadur dar kakanda advokat daeng Lukman yang pernah nyantri di Aa Gym, bahwa konsep membangun bangsa itu ada 3 M, Mulai dari diri sendri, Mulai dari hal-hal kecil, Mulai saat ini (action/bertindak),” paparnya.
Untuk itu Udin Saputra langsung membuat gebrakan, yaitu Gerakan Peduli Petani dengan program awal yaitu Program Bantuan Pinjaman Pupuk kepada Petani dengan sistem pembayaran setelah panen, dan juga gerakan di bidang kesehatan dengan membuat pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi dari kantor hukum majjama gratis untuk masyarakat khususnya Petani dan dilaksanakan di rumah makan gratis yang viral itu.
“Kemudian kenapa konsen kepada petani, saya dengan pemikiran sangat sederhana bahwa kalau saja petani itu tidak ada, maka kita tidak makan. Oleh karena itu pentingnya eksistensi keberlangsungan petani di negara kita ini, untuk Ketahanan bangsa ini. Jadi petani harus tetap ada dan harus tetap produksi harus tetap bekerja tidak boleh berhenti, kalau petani berhenti berhenti, maka segala kegiatan di negeri akan berhenti,” ungkapnya.
Ia langsung memberikan bantuan kepada petani mulai dari sprodi seperti misalnya pupuk yang saat ini langka di pasaran. Langsung memberikan bantuan pinjaman kepada petani dengan program bantuan pinjaman pupuk kepada petani dan diberikan bantuan pinjaman kepada petani dan bayar setelah panen, jadi ada keringanan kepada petani.
“Kami memulai di desa Ciangsana terlebih dahulu dimana saya juga selaku kepala Desa, kemudian dilanjutkan ke desa yang lain di kabupaten Bogor, dengan mengganden PT. Majjama Agro Industri (PT. MAI), produsen pupuk Merk Dagang ARROMANG yang telah terdaftar di kementan RI, yang di nahkodai sahabat Udin selaku direktur PT MAI yaitu Bapak Lukman, M, S.H., sahabat udin Saputra),” ujarnya.
Diakhir kata Udin mengatakan semoga banyak pengusah diluaran sana yang juga peduli kepada petani. “Seperti kakanda Daeng Haji Lukman (sapaan akrab Pak Lukman). Selamat Ultah RI yang ke 76 dan salam sehat,” pungkasnya.
(Jis/Bing)






