Bogor RayaPeristiwa

Dituding Jadi Penyebab Banjir, Kantor OCBD Digruduk Warga

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Dituding proyeknya jadi biang kerok banjir, Kantor One Central Business District (OCBD) Olympic City Bogor di Bogor Utara, Kota Bogor di geruduk puluhan warga, Senin (26/10/20).

Kedatangan mereka untuk mengeluhkan proyek pembangunan akses jalan masuk yang terendam pada saat hujan deras dan mengakibatkan dua wilayah RW 05 dan 08 pun ikut terdampak banjir.

Dikonfirmasi, salah satu warga RW 05 Mantri mengatakan, warga hanya menuntut hak jangan sampai kebanjiran. Masih kata dia, diwilayah tempat tinggalnya memang biasa banjir tapi tidak separah saat ada pembangunan akses jalan OCBD.

Masih kata dia, banjir kali ini sangat besar sekali dan diduga penyebabnya setelah adanya jembatan. Bahkan, hujan kecil saja wilayahnya sudah banjir.

“Warga tidak minta muluk-muluk, intinya harus bisa di perbaiki kembali jangan sampai terjadi dampak banjir dan untuk ijin pembangunan proyek ini pun saya belum mengetahui lebih jelasnya kerena ada dua wilayah yang sangat terdampak yaitu RW 05 dan 08,” kata dia.

Dia menambahkan, dari 2 RW yang terkena banjir, yang bener-bener merasakan dampaknya di RW 05, RT 01 dan 04, kalau di RW 08 ada di RT 02 dan 09 dan antisipasi untuk wilayah lain nya juga,” keluh dia yang diamini warga lainnya.

Sementara penanggungjawab OCBD Olympic City Bogor Au Buntoro menjelaskan, hari ini memang ada satu kejadian yang luput dari pemantauan, padahal selama ini dan puluhan tahun tidak pernah seperti ini.

“Tapi memang Bogor kemarin di guyur dengan hujan yang sangat deras selama dua hari, sehingga terjadilah banjir,” ucap Au.

Dan kebetulan proyeknya belum selesai, jadi terjadinya hambatan jalannya air. Pihanya juga sudah coba jelaskan dan nanti warga akan diberikan kompensasi.

“Rencananya, kami akan berikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak banjir dan itu kita berikan supaya mengurangi beban mereka,” ungkapnya.

“Kami disini lagi membangun jalan lama dan di bongkar, nantinya akan ditinggikan sehingga motor mobil semuanya bisa lewat dan akses orang bisa lewat gada masalah,” tambah dia.

Dalam pengerjaan proyeknya yang sedang berlangsung itu adalah pembangunan jalan dan jembatan yang volumenya ditinggikan, dan yang lama nya harus di bongkar.

“Nah kerana sekarang belum di bongkar jadi masalah nya seolah-olah yang utamanya itu jembatan,” ujarnya.

Selain itu dia menjelaskan, untuk ijin pembangunan tersebut sudah ada, tapi memang tidak semua orang di undang dalam pertemuan di kantor kelurahan dan kecamatan. Namun ada satu-dua warga yang dilibatkan.

Intinya lanjut dia, yang pertama pihaknya akan memperdalam dan memperlebarkan aliran sungai supaya jalan air tidak ada hambatan. Setelah selesai proyek ini, jalan lama pun bongkar supaya lebih layak.

“Untuk warga yang tinggal di bantaran sungai ini besok saya akan coba ajak bicara sehingga mau di relokasi kan ke tempat yang lebih aman,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

Exit mobile version