Cibinong, BogorUpdate.com – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Abdul Azis Anwar memberikan penjelasan terkait viralnya sebuah video di media sosial yang menyeret namanya dalam kasus dugaan kekerasan terhadap seorang anak.
Kasus tersebut mencuat setelah seorang ibu meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor terkait anaknya yang diduga mengalami kekerasan hingga trauma, namun disebut belum mendapat penanganan dari pihak kepolisian.
Menanggapi hal itu, Abdul Azis Anwar menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi. Ia juga menyebut bahwa lokasi kejadian bukan berada di wilayah Desa Cimanggis, melainkan di Desa Kedung Waringin.
“Yang bersangkutan bukan warga Desa Cimanggis, tetapi di Desa Kedung Waringin. Saya benar-benar tidak mengetahui permasalahan ini secara detail,” ujarnya, Senin (6/7/26).
Ia menjelaskan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa peristiwa tersebut melibatkan seorang anak bernama Alif dengan pasangannya yang sudah dianggap seperti keluarga.
Perselisihan diduga bermula dari cekcok antara keduanya yang berujung pada aksi fisik seperti saling mencakar.
“Awalnya hanya cekcok biasa anak muda, kemungkinan karena persoalan komunikasi. Namun kemudian terjadi keributan,” jelasnya.
Menurutnya, permasalahan tersebut sempat diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, pihak orang tua korban tidak menerima dan memilih menempuh jalur hukum hingga akhirnya proses mediasi atau musyawarah tidak mencapai kesepakatan.
“Awalnya ingin diselesaikan baik-baik, tapi ibunya tidak terima dan memilih jalur hukum. Akhirnya musyawarah gagal dan menggunakan pendampingan pengacara,” tambahnya.
Terkait proses hukum, ia menyebut bahwa pihak keluarga sempat membawa Alif ke Polsek untuk ditindaklanjuti. Selain itu, pemeriksaan visum juga telah dilakukan untuk mengetahui kondisi korban.
“Ada visum, dan tentu kita semua ingin mengetahui hasilnya seperti apa,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan namanya disebut dalam video yang beredar, padahal dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut. Bahkan, menurutnya, pihak keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya tidak ingin merepotkan dirinya, terlebih ia baru saja keluar dari rumah sakit.
“Di video itu disebut nama saya sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Bogor, padahal saya tidak tahu permasalahannya. Keluarga saya juga tidak melibatkan saya karena tidak ingin merepotkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk klarifikasi, pihak keluarga akhirnya membuat video penjelasan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Ia berharap agar masyarakat tidak mudah menyimpulkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.












