Cibinong, BogorUpdate.com – Dinamika penegakan hukum yang tengah menjadi perhatian publik di Kabupaten Bogor mendapat sorotan sejumlah elemen masyarakat. Di tengah derasnya informasi yang beredar, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, kritis, serta tidak mudah terseret opini yang belum terverifikasi.
Ketua Pemuda Katolik Cabang Komisariat Kabupaten Bogor, Bernardo Julianus, mengajak masyarakat agar tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial maupun percakapan publik sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan sebelum adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Menurut Bernardo, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui dan mengawal setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Namun, pengawasan terhadap pemerintah maupun proses hukum harus tetap berpijak pada fakta dan dilakukan secara proporsional.
“Jangan mudah terprovokasi, tetapi jangan pula apatis. Kalau memang ada isu yang menyangkut kepentingan publik, masyarakat punya hak untuk mengetahui dan mengawalnya. Tetapi pengawalan itu harus berdasarkan fakta, bukan rumor atau informasi yang belum terverifikasi,” ujar Bernardo.
Ia menilai, sikap kritis masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap proses hukum dan asas praduga tak bersalah.
Bernardo juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut mempercepat penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi justru berpotensi menimbulkan keresahan serta memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
“Kita boleh kritis, kita boleh bertanya, bahkan kita wajib peduli terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Tetapi jangan sampai kepedulian berubah menjadi kepanikan dan isu berubah menjadi vonis. Kita tunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang,” katanya.
Ia pun mengajak organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif.
Perbedaan pandangan, kata Bernardo, merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Yang terpenting, setiap sikap maupun kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak dibangun dari spekulasi.
Pemuda Katolik Kabupaten Bogor, lanjutnya, tidak ingin masyarakat bersikap apatis terhadap dinamika yang berkembang. Sebaliknya, masyarakat harus tetap memiliki keberanian untuk mengawasi jalannya pemerintahan serta menyampaikan kritik konstruktif apabila terdapat persoalan yang didukung fakta dan bukti yang jelas.
“Kabupaten Bogor adalah rumah kita bersama. Karena itu, kita harus menjaga daerah ini tetap kondusif sekaligus memastikan masyarakat tidak kehilangan sikap kritis. Hormati proses hukum, kawal informasinya, tetapi jangan menghakimi sebelum ada fakta dan penjelasan resmi,” tegas Bernardo.
Bernardo berharap isu yang belum terkonfirmasi tidak menjadi pemicu munculnya saling tuding maupun keresahan di tengah masyarakat. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat membangun budaya informasi yang sehat dengan membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah kabar.
“Pesan saya sederhana: dinamika penegakan hukum adalah bagian dari implementasi Asta Cita. Masyarakat tidak perlu bergaduh dalam kolam keruh. Mari kita jaga kondusivitas seraya tetap mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih sebagaimana visi Bapak Bupati,” pungkasnya.








