Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaPemerintahan

Pemilihan Ketua Katar Desa Gunung Putri Tak Masuk Akal, Ada Permainan Sistem?

×

Pemilihan Ketua Katar Desa Gunung Putri Tak Masuk Akal, Ada Permainan Sistem?

Sebarkan artikel ini

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Setelah melalui beberapa tahapan dan proses hingga adanya Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT), Pemilihan ketua Karang taruna (Katar) Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor akhirnya dihelat, bertempat di aula serba guna desa setempat, Minggu malam (9/8/2020).

Disinyalir ada kejanggalan dalam pesta demokrasi yang digelar melalui sistem pemungutan suara ini. Pasalnya, hak pilih yang diwakilkan 2 orang setiap RT dari jumlah 46 RT dan setiap Kelompok Kerja (Pokja) RW dari jumlah 14 RW ini, diduga sudah merupakan setingan dari pada calon yang akan dimenangkan.

“Dari awal saya sudah prediksi yang bakal menang itu siapa, dan akhirnya nyata kan?. Orang masih ada ikatan saudara kok sama orang pemerintah desanya. Jelas ada dugaan permainan dari cara sistem pemilihannya,” kata salahsatu pendukung yang berinisial AN kepada wartawan usai rekapitulasi penghitungan suara.

Iapun menjelaskan, bahwa sistem pemilihan dengan cara-cara seperti ini, ada kemungkinan pihak yang akan dimenangkan tidak terlalu terlihat adanya permainan.

“Lumayan cantik permainannya, biar gak terlalu terlihat semuanya dibungkus dengan sistem pemungutan suara, meskipun yang akan menang sudah terlihat. Karena dari hak pilih saja yang dari Pokja RW itu kan orang-orang terdekat dari pada pemerintah desa sendiri,” jelasnya.

AN menyayangkan adanya demokrasi yang dinilai tidak adil dan seakan semuanya sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya dan sudah terstruktur serta tidak masuk akal.

“Jadi gak usah berbelit-belit seperti ini, blak- blakan aja kalau kata saya. Ini loh si ini kamu jadi ketuanya, kamu jadi wakilnya, kamu jadi sekertarisnya dan kamu jadi bendaharanya, saya sudah tau semua. Saya kira ini kurang memuaskan dengan sistem pemilihan seperti ini, apakah ini yang namanya demokrasi?,” bebernya.

Ketua Panitia pemilihan katar Desa Gunung Putri, Budi membatah jika adanya permainan sistem dalam pemilihan ini. Ia berkilah jika sistem ini sudah melalui musyawarah dan seleksi beberapa tahapan- tahapan.

“Melalui seleksi tertulis dengan 3 tahapan muncul lah 4 kandidat dari yang sebelumnya 17 orang , wawancara tingkat RT, RW dan Dusun. Nah, untuk tudingan bahwa adanya setingan pada sistem pemilihan ini, sama sekali murni demokrasi karena sidangnya dipimpin langsung oleh perwakilan tingkat kecamatan,” kilahnya.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pemilihan katar ini ada 120 Hak pilih yang terdiri 28 hak pilih dari perwakilan tiap Pokja RW yang ada di 14 RW dan 92 orang hak pilih dari tokoh pemuda yang ada di 46 RT. Pemilihan diikuti oleh 4 orang Calon yang berasal dari kalangan tokoh pemuda yang sebelumnya lolos seleksi secara 3 tahap dari keseluruhan 17 calon.

Sebelum dimulai pencoblosan, Para calon kandidat ini, melakukan penyampaian visi misinya kepada hak pemilih. Hasil dari pemilihan ketua Karang taruna Desa Gunung Putri di menangkan oleh calon nomor urut (2) Novih mengungguli calon lainnya dengan perolehan sebanyak 77 suara.

Aparatur Desa Gunung Putri mulai dari Katar tingkat kecamatan, perwakilan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, RT RW dan masyarakat turut mengawasi dan mengawal proses pemilihan itu hingga akhir.

Dari 4 kandidat masing-masing memperoleh suara:

1.Andi Irawan (8 suara)
2.Novih (77 suara)
3.Alshak (14 suara)
4.Reza (15 suara)

Dari 120 hak pilih, Total suara masuk 117 suara dengan blanko/tidak sah 3 suara karena ketidak hadiran hak pemilih. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *